DPPKB Bontang Dukung Pogram Advokasi dan KIE Keluarga Berencana untuk Tekan Stunting

Bontang – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang ikut serta dalam pengembangan desain program pengendalian, pelaksanaan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi keluarga berencana.

Kegiatan itu dilakukan oleh DKP3A Pemprov Kaltim, dan dihadiri Wakil Wali Kota Bontang Najirah, serta Kepala DPPKB Bahauddin, di Hotel Bukit Sintuk, Kamis (22/9/2022).

Kepala DPPKB Bontang Bahauddin mengatakan, saat ini pihaknya berupaya melakukan pendampingan, sosialisasi dan advokasi berbasis kearifan lokal.

Utamanya dalam menjalankan program penurunan stunting di Kota Bontang. Selain itu, melakukan perhatian lebih dari hulu. Seperti, pemberian tablet tambah darah sejak remaja, screening kesehatan calon pengantin dan pencegahan pernikahan dini.

“Langkah dini itu untuk mencegah terjadinya stunting. Selain itu, dengan melaksanakan kegiatan pengembangan desain program pengendalian dan pelaksanaan advokasi berbasis kearifan lokal,” kata Bahauddin.

BACA JUGA:  Permudah Pelayanan Aseptor di Pulau Pesisir, DPPKB Sediakan Perahu

Selanjutnya, DPPKB juga akan meningkatkan sinergitas tim percepatan penurunan stunting Kota Bontang. Perhatian pun selalu diberikan di setiap program.

Utamanya, kepada masyarakat yang aktif mengecek secara berkala usia kandungan. Kemudian setelah lahir bisa mengecek berkala kondisi bayinya.

“Kita pasti melakukan program sesuai nomenklatur yang ada,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Bontang Najirah, yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stanting (TPPS) mengatakan, dari 8 aksi konversi penurunan stunting, sudah terdapat 3 aksi yang dilakukan. Mulai dari analisis situasi, pemetaan program, dan rembuk stunting. Lokasi khusus ada di 5 tempat.

Mulai dari Kelurahan Berbas Pantai, Berebas Tengah, Loktuan, Api-api, dan Gunung Elai.

BACA JUGA:  DPPKB Bontang Ikuti Peringatan HAN 2022 Secara Virtual

“Kita akan kembangkan 5 aksi dan menyebar di kelurahan lainnya,” ucap Najirah.

%d blogger menyukai ini: