DPPKB Bontang Minta Masyarakat Lapor Jika Temui Kasus KDRT

Bontang – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang membeberkan apa saja bentuk-bentuk kekerasan yang bisa didapat dalam rumah tangga. Ini sebagai upaya untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga.

Kepala DPPKB Bontang Bahauddin mengatakan, tingkat kekerasan terjadi karena ada beberapa persoalan. Cara berfikir pasangan suami dan istri, cara berkomunikasi yang kurang harmonis, persoalan ekonomi, dan pembagian waktu dalam mengasuh anak.

“Kita tidak pernah berhenti mengingatkan dalam bentuk sosialisasi. Baik tentang pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga agar tidak terjadi adanya kekerasan,” ucap Bahauddin, Selasa (27/9/2022).

Lalu, apa saja bentuk kekerasan dalam rumah tangga? Berikut ini di antaranya :

Kekerasan Psikis:
Perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya yang mengakibatkan gangguan dalam psikis para korban.

BACA JUGA:  Cegah Kekerasan Anak dan Perempuan, DPPKB Bontang Buka Ruang Pengaduan

Kekerasan fisik :
Perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit, jatuh sakit dan mengalami luka yang bisa mengakibatkan memar dan tak berdaya.

Kekerasan seksual :
Perbuatan pemaksaan hubungan seksual yang tidak wajar dengan memaksa, tidak disukai dengan berbagai tujuan, misalnya tujuan komersil dan tujuan buruk lainya.

Penelantaran rumah tangga:
Seseorang yang menelantarkan rumah tangganya, maka itu bersifat melanggar ketentuan hukum. Karena memiliki kewajiban dalam memberikan kehidupan, perawatan atau pemeliharaan kepada orang tersebut.

Perbuatan itu juga bisa terjadi jika pihak yang sengaja membuat pasangannya ketergantungan ekonomi, dengan melarang untuk bekerja di luar. Sehingga korban berada di bawah kendali pelaku yang akan melakukan penelantaran.

Selanjutnya, pihak DPPKB tak pernah berhenti mengimbau kepada masyarakat untuk mengadukan setiap bentuk kekerasan yang terjadi pada siapapun.

BACA JUGA:  DPPKB Bontang Gagas Sekolah Kependudukan

Adapun pelayanan yang dilakukan dikhususkan untuk pelayanan psikologis, bantuan hukum, serta rujukan medis dan rumah aman.

“Pelayanan itu kami berikan secara gratis tanpa ada pungutan biaya,” tutupnya.

%d blogger menyukai ini: