Bontang – Angka kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berada di angka 6,3 persen. Meski demikian, kondisi Kaltim masih terbilang baik. Karena kemiskinan secara nasional berada di presentase 11 persen.
Namun, Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku heran lantaran tingkat kemiskinan di Kaltim sangat bertolak belakang dengan kondisi Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah ruah. Seperti hasil minyak, gas alam, hutan dan perikanan. Utamanya, hasil pertambangan yang dinikmati oleh dunia.
Sehingga menurutnya, jika mengacu pada hal itu maka sudah seharusnya tidak ada lagi warga miskin di Kaltim.
“Mesti ne, ini bahasa Jerman. Kaltim sudah tidak ada orang miskin. Dia (Kaltim) diberikan sumber daya alam berlimpah ruah,” kata Gubernur Kaltim, Isran Noor saat berkunjung ke Bontang, Selasa (1/8/2023).
Berbagai upaya untuk menghapus angka kemiskinan di Kaltim pun dilakukan Pemprov Kaltim. Salah satunya, melalui program rumah layak huni.
Untuk di Kota Bontang sendiri, sejauh ini sudah ada 18 rumah layak huni yang dibangun Pemprov Kaltim bekerjasama dengan CSR perusahaan. Salah satunya adalah PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Rumah layak huni tersebut tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kelurahan Guntung, Kelurahan Gunung Elai, dan Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Guna merehab 18 rumah di Bontang, Pupuk Kaltim menggelontorkan dana Rp2 miliar lebih. Sementara akumulasi rumah yang akan direhab di Bontang sebanyak 280 unit. Ada rehab total atau dibangun ulang, ada rehab ringan.
Lebih jauh dikatakan Isran, rumah kayu yang direhab total bertipe 45 memiliki 3 kamar dengan nilai sekitar Rp115 juta per unitnya. Dan rumah beton yang direhab ringan bertipe 36.
“Untuk di Bontang 200 lebih (direhab). Seluruh Kaltim lebih 2 ribu,” bebernya.

