Puncak Perayaan Penas KTNA, Bupati Kutim Terima Penghargaan dari Mentan

selisik
2 Min Read

KUTIM – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, merasa sangat bahagia saat menghadiri acara puncak Penutupan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) XVI di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pada momen tersebut, ia menerima penghargaan nasional dari Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), Syahrul Yasin Limpo, sebagai pengakuan atas dukungan aktifnya dalam pengembangan sektor pertanian di daerahnya.

Penyerahan penghargaan dilakukan di Panggung Utama Penas KTNA XVI yang diselenggarakan di Lapangan Udara Lanud Sultan Sjahrir, Kamis (15/6/2023), dengan dihadiri oleh tamu undangan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota se-Indonesia. Ketua KTNA dari Sabang hingga Merauke serta ribuan peserta Penas KTNA se-Indonesia juga turut hadir dalam acara tersebut. Penyerahan penghargaan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di bawah cuaca yang cerah.

BACA JUGA:  15 Desa di Kutim akan Dialiri Listrik Tahun Ini

“Penghargaan ini diberikan atas dedikasi, kontribusi, dan keberhasilan dalam membangun sektor pertanian di masing-masing daerah,” ujar Kepala BPPSDMP Kementan RI, Dedi Nursyamsi, yang mewakili Mentan RI.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala BPPSDMP Kementan RI, Dedi Nursyamsi, yang mewakili Mentan RI, serta didampingi oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi, dan Ketua Umum KTNA Nasional, Mohamad Yadi Sofyan Noor. Sebanyak 39 penerima penghargaan menerima penghargaan tersebut secara bergantian. Selain penyerahan penghargaan, panitia Penas KTNA XVI 2023 juga mengumumkan bahwa Kontingen Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil meraih gelar juara umum Penas KTNA kali ini.

BACA JUGA:  Hewan Kurban di Kutim Bersih dari Penyakit Kuku dan Mulut

Selanjutnya, Ketua Umum Penas KTNA, Mohamad Yadi Sofyan Noor, mengumumkan bahwa Provinsi Gorontalo telah dipilih sebagai tuan rumah Penas KTNA XVII 2026. Dalam sambutannya, ia menyebut bahwa pelaksanaan Penas KTNA XVI di Padang merupakan yang terbaik, dan sebagai contoh bagi pelaksanaan Penas di Gorontalo yang diharapkan akan menjadi lebih baik.

BACA JUGA:  Tanamkan Pendidikan Agam Sejak Dini, Ribuan Anak di Kutim Ikut Manasik Haji

“Pelaksanaan Penas KTNA XVI di Padang dapat menjadi contoh untuk Gorontalo, misalnya dalam hal percontohan. Lahan yang awalnya hanya hutan dan semak belukar dengan tanah rawa, berhasil dikembangkan menjadi lahan pertanian yang luar biasa,” ungkapnya.

Share This Article