BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kiriman yang memengaruhi kualitas udara di wilayah Bontang.
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparudin, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menentukan langkah perlindungan bagi peserta didik.
Salah satu imbauan yang disampaikan yakni meminta siswa mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terhitung mulai Kamis (17/9).
“Belum perlu panik, tetapi kewaspadaan harus ditingkatkan. Salah satunya dengan menggunakan masker sebagai bentuk perlindungan,” ujar Saparudin saat dikonfirmasi, Rabu (16/9) malam.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan hingga Rabu (16/9) pukul 16.00 WITA, “Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Bontang berada di angka 75 dan masuk kategori sedang”.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas pembelajaran di sekolah masih dapat berlangsung seperti biasa. Pemerintah juga belum mengeluarkan rekomendasi untuk meliburkan siswa.
Meski demikian, Saparudin meminta sekolah dan orang tua tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam melindungi siswa yang masuk kelompok rentan terhadap paparan udara yang kurang sehat.
Disdikbud juga mengingatkan sejumlah langkah perlindungan yang perlu diterapkan selama kondisi kualitas udara belum sepenuhnya membaik. Di antaranya membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan rapat ketika berada di luar.
Selain itu, jendela dan pintu rumah maupun ruangan disarankan tetap tertutup untuk mengurangi masuknya debu dan asap. Aktivitas olahraga berat juga perlu dihindari untuk sementara waktu.
“Daya tahan tubuh juga perlu dijaga dengan cukup beristirahat, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi,” jelasnya.
Saparudin menegaskan, pola kegiatan sekolah maupun proses pembelajaran dapat disesuaikan apabila nilai ISPU mengalami peningkatan dan kondisi kualitas udara memburuk. Penyesuaian akan dilakukan berdasarkan perkembangan situasi dan rekomendasi dari instansi terkait.
Ia juga meminta masyarakat dan pihak sekolah mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan ISPU dan kualitas udara dari sumber yang terpercaya.
“Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau penurunan kesadaran, segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

