Bontang – Rencana investasi fasilitas desalinasi air laut senilai sekitar Rp8 triliun di Bontang belum masuk tahap kerja sama. Selain masih menunggu kajian dan dokumen resmi dari investor, Pemkot Bontang juga mempertimbangkan harga jual air yang ditawarkan mencapai Rp14 ribu per meter kubik.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, harga tersebut disampaikan investor asal Malaysia, MPDT Utility Sdn Bhd, dalam pembahasan awal rencana pembangunan industri desalinasi di Bontang Lestari.
Menurut Agus, harga Rp14 ribu per meter kubik dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga pembelian air bersih yang saat ini rata-rata sekitar Rp6 ribu per meter kubik.
“Saya anggap itu kemahalan. Tapi ini kan masih permulaan. Mungkin akan ada negosiasi lanjutannya,” ujar Agus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (23/9/2026).
Dengan harga tersebut, Perumdam Tirta Taman juga akan menghadapi pertimbangan dalam menentukan harga jual air kepada masyarakat.
Agus mengatakan, Pemkot Bontang belum dapat menyepakati kerja sama sebelum investor menyerahkan kajian secara lengkap. Hal itu termasuk studi kelayakan dan perencanaan terkait proyek desalinasi yang ditawarkan.
“Saya bilang, kita ini belum bisa MoU kalau bapak-bapak tidak memberikan dokumen kepada kami. Kajiannya dulu,” kata Agus.
Sebelumnya, manajemen MPDT Utility Sdn Bhd melakukan sosialisasi dan presentasi awal mengenai rencana investasi pengelolaan air laut kepada Agus Haris bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, Selasa (22/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, investor disebut juga meminta penandatanganan kerja sama. Namun, permintaan itu belum diterima Pemkot Bontang karena dokumen kajian dan perencanaan proyek belum disampaikan secara lengkap.
“Permintaan itu tentu kami tidak terima. Karena kan harus ada tahapannya. Kalau langsung MoU terlalu tergesa-gesa. Baiknya mereka buat kajian,” terang Agus.
Rencana investasi tersebut disebut memiliki nilai sekitar Rp8 triliun dengan lokasi pembangunan yang direncanakan berada di wilayah Bontang Lestari.
Selain menghasilkan air bersih dari pengolahan air laut, industri desalinasi tersebut disebut akan menghasilkan sekitar 5 ton garam per hari yang dapat memenuhi kebutuhan industri.
“Selain air bersih, industri desalinasi juga akan menghasilkan 5 ton garam per hari. Itu bisa memenuhi kebutuhan industri juga. Tapi ini masih awal, kami perlu pemaparan rinci,” tutup Agus.

