Bontang – Sekitar 18 ribu pelanggan PDAM Tirta Taman Bontang dipastikan terdampak penghentian sementara distribusi air bersih pada Sabtu (9/5/2026).
Kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemeliharaan Water Treatment Plant (WTP) Altra yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Gunung Elai.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman, Suramin, mengatakan perawatan instalasi merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali guna menjaga kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Perawatan ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas distribusi air,” ujarnya.
Proses pemeliharaan dijadwalkan dimulai pukul 07.00 Wita hingga selesai. Selama pekerjaan berlangsung, distribusi air ke pelanggan berpotensi terhenti sementara atau mengalami penurunan tekanan.
Sementara itu, Plt Manager Pemasaran Perumda Tirta Taman, Agus Nur Said, menyebut sebanyak 18.700 pelanggan terdampak dalam penghentian distribusi tersebut.
“Kita lakukan pemeliharaan. Tampunglah air secukupnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses perawatan berlangsung.
“Kami minta maaf atas ketidaknyamanannya. Upayakan cepat diselesaikan,” pungkasnya.
Adapun wilayah terdampak terbagi dalam dua zona.
Untuk zona atas meliputi Jalan Brigjen Katamso, S Parman, Balikpapan, serta Soekarno-Hatta/Flores dan sekitarnya.
Sementara zona bawah mencakup Jalan MT Haryono, MH Thamrin, Awang Long, Mulawarman, Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, R Soeprapto/Diponegoro, Suryanata/Sendawar, Parikesit, DI Panjaitan, KP Tendean, KS Tubun, Pattimura, Perum BTN KCY, Ahmad Yani dan sekitarnya, Imam Bonjol, HM Ardan, Tomat, Brokoli, Durian, Selat Bone, Selat Selayar, hingga Ir H Juanda dan sekitarnya.
Perumda Tirta Taman mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menyiapkan cadangan air sebelum proses penghentian distribusi dimulai.
“Sebelum shutdown, kami minta pelanggan menyiapkan cadangan air,” pesan Suramin.
Sebagai informasi, WTP Altra mendapat pasokan air dari sejumlah sumur di antaranya PT Badak 15, Pupuk Raya 1, Bhayangkara, Pupuk Raya 2, Kanaan 1, dan Kanaan 2 dengan kapasitas masing-masing berkisar 25 hingga 40 liter per detik.

