Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) menyelenggarakan Turnamen Catur Antarklub se-Kota Bontang 2025. Ajang ini kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-26 Kota Bontang.
Turnamen yang diikuti 60 peserta dari 12 klub catur ini berlangsung meriah dan menjadi wadah pembinaan bagi Cabang Olahraga (Cabor) Catur di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp25 juta, bersumber dari APBD Kota Bontang, dan telah disesuaikan dengan standar kompetisi tingkat kota.
Sekretaris Dispopar Bontang, Rita Atin Widiarti, mengatakan kegiatan ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kota Bontang, tetapi juga sebagai upaya pembinaan berkelanjutan bagi para atlet catur lokal. Ia menyebutkan, turnamen ini telah menjadi agenda rutin Dispopar dan dilaksanakan bekerja sama dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Bontang.
“Kegiatan ini selain dalam rangka HUT kota, juga memang agenda bidang olahraga yang kami jalankan setiap tahun bekerja sama dengan Percasi. Pembinaan di cabor catur harapannya bisa terus berjalan setiap tahun,” ujar Rita, Jumat (31/10/2025).
Rita menambahkan, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan lomba, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas atlet dan pelatih melalui berbagai program pembinaan olahraga prestasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memfasilitasi pertumbuhan seluruh cabang olahraga agar terus menghasilkan atlet unggulan.
“Pemerintah hadir untuk memfasilitasi pembinaan. Kami ingin setiap cabor, termasuk catur, terus tumbuh dan menghasilkan atlet berprestasi,” tambahnya.
Dari total 17 klub catur yang terdaftar di Percasi Bontang, 12 klub berpartisipasi dalam turnamen kali ini. Ketua Panitia Turnamen sekaligus Sekretaris Percasi Bontang, Rudi Albar, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemkot Bontang dan berharap ke depan seluruh klub bisa turut serta.
“Yang terdaftar ada 17 klub, tapi yang ikut 12 klub. Harapannya nanti semua bisa terlibat, karena ini bagian dari pembinaan cabor,” ujarnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga berperan penting sebagai media silaturahmi dan pembinaan atlet catur lokal. Pemerintah berharap kegiatan semacam ini dapat melahirkan bibit unggul yang mampu membawa nama baik Kota Bontang di tingkat provinsi maupun nasional.

