Lewat ICL 2025, Dispopar Tebalkan Fondasi Pembinaan Atlet Muda Bontang

selisik
2 Min Read

Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang menegaskan komitmennya dalam memperluas ruang kompetisi bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) lokal melalui dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Indonesia Central League (ICL) Regional Bontang 2025.

Turnamen yang digelar pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 di Lapangan Lang-Lang Bessai Berinta tersebut menjadi ajang evaluasi penting bagi pembinaan atlet muda.

Kepala Bidang Olahraga Dispopar Bontang, Andi Parenrengi, menyatakan bahwa kompetisi seperti ICL memberikan kesempatan bagi pelatih dan pemain untuk mengukur capaian latihan secara nyata.

BACA JUGA:  Pesta Laut Jadi Agenda Perdana Pembuka Pemanfaatan Bontang Kuala Pascarevitalisasi

“Turnamen seperti ICL adalah sarana evaluasi yang sangat penting bagi SSB. Anak-anak perlu wadah kompetisi yang konsisten agar perkembangan mereka terpantau,” ujarnya.

Menurut Andi, penyelenggaraan ICL bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam menyediakan ruang kompetitif yang berkelanjutan bagi atlet muda.

“Kami siap mendukung turnamen serupa agar pembinaan tetap berjalan konsisten. Semakin sering anak-anak berkompetisi, kualitas mereka akan semakin meningkat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dispopar Pastikan 45 Lapak Baru Hanya untuk Pedagang Lama di Bontang Kuala

Sebanyak 26 klub dari berbagai SSB di Bontang ikut berpartisipasi pada tiga kategori usia: U-12, U-14, dan U-16. Meskipun peserta luar daerah batal mengikuti pertandingan karena perubahan jadwal, seluruh pertandingan tetap berjalan dan dimanfaatkan sebagai ajang pembinaan menyeluruh di tingkat lokal.

Ketua panitia, Syarifuddin, menjelaskan bahwa ICL Regional Bontang tetap digelar meski tidak mengirimkan wakil ke tingkat nasional. Langkah tersebut diambil demi menjaga kesinambungan agenda pembinaan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:  Dispopar Bontang Siapkan Langkah Perbaikan Keamanan Gedung Pascakebakaran

“Kompetisi tetap kami laksanakan agar pembinaan tidak terputus. Klub-klub lokal juga sangat antusias memanfaatkannya sebagai ajang pembelajaran,” ungkapnya.

Di akhir turnamen, SSB Pelangi Mandau keluar sebagai juara umum setelah meraih gelar pada seluruh kategori yang dipertandingkan. Prestasi tersebut disebut panitia sebagai bukti efektivitas pembinaan yang dilakukan di tingkat akar rumput.

Share This Article