Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang mulai menyiapkan sejumlah langkah perbaikan untuk meningkatkan sistem keamanan dan pencegahan kebakaran di gedung kantor mereka. Upaya ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari evaluasi pascakebakaran yang terjadi beberapa bulan lalu.
Sekretaris Dispopar Bontang, Rita Atin Widiarti, menyampaikan bahwa beberapa fasilitas keselamatan membutuhkan pembenahan, termasuk hidran yang tidak berfungsi optimal saat kejadian.
“Hydran kami ada dua, tapi pas kejadian airnya kurang deras, mungkin karena jarang dicek dan lama tidak digunakan. Kami juga sempat panik saat itu,” ujar Rita, Senin (10/11/2025).
Selain memastikan keberfungsian hidran, Dispopar juga menyiapkan rencana pemasangan sistem sprinkler otomatis. Rita menjelaskan bahwa fasilitas tersebut belum tersedia sejak gedung dibangun dan kini mulai dimasukkan dalam rencana penganggaran.
“Kalau ke depan memang harus dipasang, akan kami coba anggarkan. Tapi biayanya cukup besar karena harus membuat jalur dari awal,” jelasnya.
Upaya perbaikan lainnya mencakup penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) baru serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan penanganan kebakaran. Menurut Rita, koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) sudah dilakukan.
“Waktu kejadian, APAR juga tidak berfungsi normal. Tapi kemarin dari Damkar sudah menyatakan siap memfasilitasi APAR baru untuk tahun depan. Termasuk pelatihan, sudah kami komunikasikan dengan Kepala Dinas Damkartan usai kebakaran,” terangnya.
Sebagai langkah lanjutan, Dispopar akan melaksanakan pelatihan penanganan kebakaran bagi seluruh pegawai dan petugas keamanan pada tahun 2026.
“Rencananya pelatihan dilakukan tahun depan karena akhir bulan ini seluruh pegawai Dispopar masih sibuk dengan berbagai kegiatan,” tutupnya.

