Siswa SDN 012 Bontang Selatan Alami Mual-Muntah Usai Santap MBG, BGN Hentikan Distribusi ke Sekolah

selisik
3 Min Read

Bontang – Dugaan keracunan usai mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai ditemukan di Kota Bontang. Sebanyak 12 orang yang terdiri dari guru dan murid SDN 012 Bontang Selatan dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, hingga diare setelah menyantap menu MBG pada Rabu (5/8/2026).

Laporan tersebut kini menjadi fokus penyelidikan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dinas Kesehatan. Sejumlah langkah awal telah dilakukan, mulai dari penghentian sementara distribusi MBG ke sekolah tersebut hingga pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar ada laporannya, kami masih dalami lagi. Ada 12 orang, termasuk guru dan murid,” ujarnya, Kamis (6/8).

BACA JUGA:  Baru Dua Bulan, Program MBG Sudah Sedot Rp36,6 Triliun dari APBN 2026

Menurut Surya, makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat berasal dari dapur SPPG Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api.

Sebagai langkah awal penanganan, distribusi MBG ke SDN 012 Bontang Selatan dihentikan sementara hingga investigasi selesai. Namun, penyaluran makanan dari dapur yang sama ke sekolah lain masih tetap berlangsung karena belum ditemukan laporan serupa.

“Kami masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebabnya. Karena sejauh ini hanya sekolah tersebut yang mengalami kejadian ini,” katanya.

BGN bersama Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel makanan dan melakukan penelusuran terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan. Salah seorang guru yang terdampak turut didatangi untuk menggali informasi lebih lanjut.

BACA JUGA:  Belatung Ditemukan pada Menu MBG di Sorong, Dapur Disetop Sementara

“Kami masih coba pastikan dan melakukan pemeriksaan, baik dari uji sampel dan lainnya. Kami akan memastikan proses evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang bersangkutan,” ujar Surya.

Meski demikian, Surya menegaskan hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi bahwa gejala yang dialami para guru dan murid disebabkan oleh makanan MBG. Seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi laboratorium.

Informasi mengenai dugaan keracunan ini pertama kali mencuat dari kalangan orang tua murid. Salah seorang wali murid yang identitasnya tidak ingin disebut mengaku melihat sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut dan mual saat dijemput pulang sekolah.

“Pas saya jemput anak, banyak anak yang mengeluh sakit perut dan mual,” ujarnya.

BACA JUGA:  Viral Menu MBG di SD Muara Badak Cuma Kelapa Utuh, SPPG Beri Klarifikasi

Setelah itu, grup paguyuban orang tua murid kelas 1 SDN 012 Bontang Selatan dipenuhi laporan serupa. Beberapa orang tua menyebut anak mereka mengalami diare, mual, hingga sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG.

Wali murid lainnya juga mengaku mendapat cerita dari anaknya bahwa sejumlah teman sekelas mengalami keluhan serupa.

Ia menambahkan sempat beredar informasi bahwa makanan yang dibagikan mengeluarkan aroma tidak sedap. Namun, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan menjadi bagian dari penelusuran yang dilakukan pihak berwenang.

Share This Article