Dapat Remisi, 11 WBP Lapas Bontang Bakal Bebas Di Hari Kemerdekaan RI

Bontang – Sebanyak 11 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Bontang bisa langsung menghirup udara bebas pada HUT RI ke-77.

Kalapas Bontang Ronny Widiyatmoko melalui Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Bontang, Riza Mardani mengatakan, pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini ada sebanyak 830 WBP yang menerima remisi dari total 1.420 WBP di Lapas Bontang.

“Ada 590 WBP yang tidak mendapatkan remisi,” sebutnya, Kamis (11/8/2022).

Dijelaskannya, penyebab WBP tidak menerima remisi ada berbagai hal, seperti keterlambatan administrasi, belum memenuhi syarat karena belum mendapat eksekusi atau vonis, melakukan pelanggaran dan lainnya.

Ia mengatakan, WBP wajib memenuhi sejumlah kriteria untuk mendapatkan remisi.

BACA JUGA:  41 Paskibra Bontang Bakal Diajak Studi Banding ke Luar Daerah

Pertama, warga binaan minimal telah menjalani hukuman selama enam bulan. Kedua, harus memiliki catatan kelakuan baik selama berada di dalam Lapas.

“Dalam artian jika terdaftar dalam Register-F atau raport merah otomatis hak untuk mendapatkan remisi maupun pengajuan bebas bersyarat dicabut,” lanjutnya.

Persyaratan remisi selanjutnya adalah napi rutin mengikuti program pembinaan moral, seperti kepribadian, kemandirian dan kesehatan mental. Terakhir, yaitu khusus napi tipikor wajib melunasi uang pengganti kerugian negara atau subsider.

“Semua napi yang telah diajukan untuk mendapatkan remisi telah memenuhi syarat. Namun yang menentukan lolos atau tidaknya adalah kewenangan Kemenkumham,” pungkasnya.

Riza merincikan, 830 WBP yang menerima remisi terdiri dari WBP dengan kategori Remisi Umum (RU) I sebanyak 809 orang dan RU II ada 21 orang.

BACA JUGA:  Wali Kota Bontang Pimpin Upacara HUT RI ke-77

Untuk kategori RU II, 11 diantaranya langsung bebas. Kemudian 10 orang WBP harus menjalani masa subsider atau hukuman pengganti denda.

Adapun kasus WBP yang menerima remisi ialah, narkotika sebanyak 543 orang, perlindungan anak 126, pencurian 52, pembunuhan 40 orang. Lalu kasus penggelapan 18 orang, korupsi 1 orang dan kasus lainnya 50 orang.

Sementara itu, potongan masa remisi bervariasi, 89 orang mendapat remisi satu bulan, 133 orang dapat potongan dua bulan, 326 orang menerima masa potongan tahanan tiga bulan. Selanjutnya, 12 orang menerima remisi empat bulan dan 132 orang diberikan potongan tahanan lima bulan serta 30 orang menerima remisi enam bulan.

“Dari 830 yang terima remisi, 773 remisi lanjutan dan 57 WBP dapat remisi pertamanya,” paparnya.

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Bontang Batalkan Kirab Merah Putih

Pemberian remisi nantinya akan dilakukan tepat pada peringatan HUT RI ke-77 pada 17 Agustus mendatang.

%d blogger menyukai ini: