Selisik.id – Pemerintah Kota Bontang menggalakkan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah sebagai upaya memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan sekaligus memberikan dukungan emosional kepada anak saat memulai tahun ajaran baru.
Gerakan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi para ayah untuk hadir mendampingi anak pada hari pertama sekolah. Kehadiran orang tua, khususnya ayah, dinilai mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun semangat belajar anak sejak awal.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, yang kemudian diperkuat melalui Surat Edaran Wali Kota Bontang Nomor 100.3.4.3/DP3AKB/2026.
Melalui kebijakan tersebut, aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat diimbau meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan gerakan tersebut. Menurutnya, hari pertama sekolah merupakan masa transisi yang penting sehingga anak membutuhkan dukungan dari keluarga.
“Hari pertama sekolah momen penting bagi anak-anak. Kehadiran ayah bukan sekadar mengantar sampai gerbang sekolah, tetapi memberikan rasa aman, menumbuhkan rasa percaya diri, dan semangat baru bersekolah,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Ia menilai, keterlibatan ayah dalam momen sederhana tersebut akan memberikan dampak positif bagi perkembangan psikologis anak sekaligus mempererat hubungan dalam keluarga.
“Kami di Dinas Pendidikan sangat berharap gerakan ini mampu membangun ketahanan keluarga yang harmonis. Satu langkah kecil dari seorang ayah yang meluangkan waktunya di pagi hari akan menjadi kenangan dan motivasi besar bagi masa depan anak,” tegasnya.
Safa Muha berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak tidak berhenti pada hari pertama sekolah, tetapi menjadi awal meningkatnya keterlibatan ayah dalam mendampingi proses pendidikan anak sehari-hari.
“Melalui gerakan ini, Pemkot Bontang juga ingin membangun budaya pengasuhan yang lebih kolaboratif antara ayah dan ibu, sehingga tercipta lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan dukungan keluarga yang kuat, diharapkan peserta didik di Kota Bontang dapat memulai tahun ajaran baru dengan rasa percaya diri, semangat belajar yang tinggi, serta kesiapan menghadapi proses pendidikan,” tandasnya.

