DPMPTSP Bontang Sebut Ritel Lokal Era Mart Lebih Fleksibel Dikembangkan Dibanding Waralaba Nasional

selisik
2 Min Read

selisik.id – Dalam pengaturan ritel modern di Bontang, terdapat perlakuan berbeda antara waralaba berskala nasional dengan ritel yang berasal dari Kalimantan Timur.

Pejabat Fungsional Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus mengatakan, Ritel lokal seperti Era Mart mendapatkan ruang gerak yang lebih luas dalam pengembangan bisnisnya di daerah.

“Kalau Era Mart itu dia produk Kaltim, dia boleh buka gerai selama jumlah gerainya belum melampaui batas kuota 150 gerai,” ungkapnya.

Idrus menjelaskan, kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha regional. Meskipun Era Mart memiliki standar pelayanan yang modern, status usahanya tetap dipandang sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.

BACA JUGA:  Uji Kekuatan Struktur Jadi Syarat Mutlak Pendirian Tempat Hiburan dan Bioskop di Bontang

Hal inilah yang mendasari perbedaan perizinan dengan ritel seperti Indomaret atau Alfamidi.

“Sama statusnya kan UMKM juga, cuma perbedaan dengan yang modern itu saja sih,” jelas Idrus.

Sementara, mengenai kategori usaha ritel lokal tersebut. Status sebagai produk Kaltim memberikan keistimewaan tersendiri dalam menembus pasar lokal.

Terkait munculnya format gerai yang lebih canggih seperti Era fresh, Idrus menilai hal tersebut sebagai bentuk evolusi positif terhadap modernisasi tampilan tuntutan pasar. Meski secara administratif tetap harus mematuhi standar UMKM.

BACA JUGA:  DPMPTSP Bontang Perketat Pengawasan Hotel Berbasis Risiko dan Kepatuhan

“Era Fresh kan masuk modern juga, tapi yang penting standarnya dia masuk UMKM. Itu yang kita dorong untuk modernisasi,” tegas Idrus.

Idrus berharap, dalam menghadapi dinamika bentuk ritel di lapangan, pengusaha lokal bisa terus meningkatkan kualitas layanannya.

Meski di sisi lain, tingginya nilai investasi yang harus disiapkan jika ingin bermitra dengan waralaba nasional. Besaran dana jaminan seringkali menjadi hambatan bagi pelaku usaha kecil di daerah untuk ikut bergabung.

BACA JUGA:  Penerbitan SIP Tenaga Kesehatan di Bontang Turun Hampir 48 Persen pada 2026

“Indomaret itu harus deposit minimal 500 juta, dan itu uang ‘nganggur’ yang tidak bisa diapapain. Itulah kenapa kita batasi waralaba nasional agar ritel lokal tetap punya ruang tumbuh,” tutupnya.

Share This Article