Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat sebanyak 185 kasus kematian bayi yang terjadi di wilayah tersebut dari Januari hingga Juni 2026 sebagian besar dalam kondisi berat badan lahir rendah di bawah 2,5 kilogram.
“Dari data kami, terdapat 120 kasus kematian bayi yang tercatat memiliki kondisi berat badan lahir di bawah standar,” kata Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Minggu, seperti diberitakan Antara.
Pihaknya menganalisis penyebab kematian secara spesifik terjadi akibat gangguan pernapasan pada bayi baru lahir menempati urutan pertama yang memakan korban hingga sebesar 29,7 persen.
Ia memaparkan gangguan terkait masa kehamilan yang terlampau singkat serta kelainan prematuritas menjadi penyebab terbesar kedua dengan kontribusi angka sebanyak 23,2 persen.
Faktor risiko penyerta lainnya yang juga turut memicu insiden kematian bayi di wilayah tersebut adalah kondisi asfiksia atau kegagalan bernapas saat dilahirkan sebesar 11,9 persen.
Dilihat dari fasilitas tempat meninggalnya, mayoritas insiden tersebut atau sekitar 84,9 persen terjadi di dalam pengawasan tenaga medis pada lingkungan rumah sakit pemerintah.
Sementara itu persentase kematian bayi yang tidak dapat diselamatkan saat berada dalam perawatan intensif di fasilitas rumah sakit swasta tercatat jauh lebih kecil yakni menyentuh 9,2 persen.
Apabila dipetakan berdasarkan kabupaten atau kota, lanjut dia, Samarinda mencatatkan jumlah tertinggi kematian bayi di wilayah Kaltim dengan akumulasi 51 kejadian. Kemudian disusul wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang melaporkan 41 kejadian, serta Kota Balikpapan dengan 33 kasus kematian.
Untuk itu Dinkes Kaltim menekan angka kematian bayi melalui optimalisasi Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai program unggulan pemerintah provinsi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat.
“Salah satu fokus utama dalam PKG adalah pelayanan khusus bagi ibu hamil dan anak-anak,” kata Jaya.
Program PKG yang dimaksud mencakup pemeriksaan kehamilan rutin setiap bulan, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, serta imunisasi lengkap bagi bayi dan balita.

