Samarinda – Pembangunan fender atau sistem pelindung pilar Jembatan Mahakam I di Samarinda, Kalimantan Timur kini mulai dikebut. Sebelumnya, sebuah kapal kayu menabrak pilar jembatan tersebut sekitar Februari 2025 lalu.
Saat ini proyek pembangunan fender digelontor Rp 27 miliar. Hal ini menjadi bentuk ganti rugi pihak penabrak sekaligus upaya memperkuat keamanan jembatan.
Kepala Satuan Kerja SKPD TP Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur, Ilyas mengatakan setelah insiden tersebut, dilakukan serangkaian rapat koordinasi dengan pihak penabrak.
Saat ini pemancangan fender mulai dikerjakan. Pihaknya menargetkan pekerjaan selesai dalam waktu empat bulan.
“Pemancangan fender di Mahakam I sudah mulai dikerjakan. Rapat dengan pihak yang menabrak sudah dilakukan sejak 22 Januari. Target pengerjaan sekitar empat bulan. Saat ini baru satu titik yang sudah mulai dipancang,” kata Ilyas, Rabu (28/1/2026) dilansir Kompas.com.
Ia menjelaskan, proyek ini mencakup pembangunan 12 titik pemancangan fender yang dibagi dalam enam unit fender utama. Setiap fender dirancang dengan dimensi yang lebih besar dan lebih kuat dibandingkan pelindung lama, guna menahan benturan kapal berukuran besar yang melintas di Sungai Mahakam.
“Awalnya enam titik, tetapi dalam pelaksanaannya menjadi 12 titik. Satu fender luasannya lebih besar dari yang lama. Teknisnya ditangani konsultan, dan jadwal pekerjaan sudah disusun dengan estimasi sekitar empat bulan,” ujarnya.
Secara teknis, pekerjaan pemancangan dilakukan menggunakan metode pemancangan di atas air dengan bantuan ponton.
Urutan pemancangan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari sisi tengah sungai menuju sisi darat. Total 12 titik pancang dibagi dalam tiga tahap pelaksanaan, masing-masing empat titik.
Selama pengerjaan, jam kerja disesuaikan dengan arus lalu lintas sungai, yakni pukul 08.00–12.00 dan 14.00–18.00, guna menjaga keselamatan pelayaran.
Seluruh pembiayaan proyek ini ditanggung pihak penabrak melalui mekanisme ganti rugi dan kontrak yang dilakukan oleh perusahaan asuransi, yakni PT Mitra Samudera 7 Samudera.
Adapun kontraktor pelaksana pekerjaan adalah PT Naviri Multi Konstruksi, dengan konsultan pengawas PT AWEfendi Geostruk Indonesia.
Team Leader Coreteam P2JN BBPJN Kalimantan Timur, Aco Wahyudi Efendi, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan fender sebenarnya telah disusun sejak Oktober 2025. Namun, pelaksanaan di lapangan sempat tertunda akibat keterbatasan material dan padatnya lalu lintas sungai.
“Material pipa pancang baja tidak tersedia di Samarinda, sehingga harus didatangkan dari Pulau Jawa. Material baru tiba awal Desember 2025, jadi pemancangan baru bisa dilakukan setelah itu,” jelas Aco.
Selain kendala material, faktor keselamatan pelayaran juga menjadi pertimbangan utama. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) juga sempat menunda pekerjaan karena adanya aktivitas penggolongan kapal di Sungai Mahakam.
“Pemancangan baru bisa dimulai sekitar tiga hari lalu, Sabtu (24/1/2026), setelah ada izin dan pengaturan lalu lintas sungai,” katanya.
Pemasangan fender ini diharapkan mampu meningkatkan perlindungan pilar Jembatan Mahakam I dari risiko tabrakan kapal di masa mendatang.
“Estimasi penyelesaian proyek sekitar akhir April 2026. Pengaturan jam kerja dan pergerakan ponton dilakukan ketat agar tidak mengganggu lalu lintas kapal di Sungai Mahakam,” ujar Aco.

