Bontang – Sebanyak 11 warga Kampung Prakla, Kelurahan Berbas Pantai, dinyatakan positif narkoba jenis sabu setelah menjalani tes urine dadakan yang digelar Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kota Bontang, Senin (15/12/2025) dini hari.
Operasi yang berlangsung di lima wisma tersebut melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang bersama unsur tim terpadu. Dari total 42 orang yang diperiksa, 11 orang terindikasi positif sabu. Rinciannya terdiri dari 8 perempuan dan 3 laki-laki.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, mengatakan pemeriksaan dilakukan menggunakan alat deteksi urine. Meski tidak ditemukan barang bukti narkotika, petugas mendapati satu alat isap bong yang tertinggal di salah satu kamar. Namun, pemilik kamar tersebut telah meninggalkan lokasi saat penggeledahan dilakukan.
“Alat bukti ada lagi kami dapati satu tempat punya bong yang tertinggal, tapi pemiliknya kabur. Sebanyak 11 orang didapat positif narkoba,” ujar Lulyana.
Seluruh warga yang terindikasi positif kemudian dibawa ke Kantor BNN Kota Bontang untuk menjalani asesmen. Proses asesmen tersebut akan menjadi dasar penentuan tindak lanjut rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap.
“Pagi ini semuanya dilakukan asesmen. Dari situ baru ditentukan apakah rawat jalan atau menginap,” jelasnya.
Lulyana juga menyampaikan bahwa jumlah temuan pengguna narkoba tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, BNN hanya menemukan tujuh orang positif narkoba di berbagai lokasi. Sementara kali ini, dalam satu kawasan saja ditemukan 11 orang.
Selain penanganan terhadap para pengguna, tim terpadu juga melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya jaringan besar yang memasok sabu ke tempat hiburan malam ilegal di kawasan tersebut.

