Dispopar Perkuat Pengembangan Wisata Lewat Kolaborasi Sektor Swasta

selisik
2 Min Read

Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Kota Bontang terus memaksimalkan potensi Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai motor penguatan destinasi wisata. Sejumlah perusahaan industri besar disebut menjadi mitra penting dalam mendukung pengembangan sarana dan prasarana wisata di beberapa lokasi strategis.

Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bontang, Muhammad Ihsan, mengatakan bahwa dua perusahaan besar, yakni PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan PT Badak LNG, menjadi bagian dari kolaborasi yang selama ini berjalan baik. Dukungan keduanya dinilai berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas fasilitas wisata.

BACA JUGA:  Kuda Sakti Tak Terkalahkan, Rebut Juara Turnamen Catur Bontang 2025

“PKT punya program yang bisa kita kolaborasikan. Seperti di Malahing, PKT banyak membantu dalam pemenuhan sarana dan prasarana,” ujar Ihsan, Senin (10/11/2025).

Ia menambahkan bahwa PT Badak LNG juga berperan aktif dalam pengembangan fasilitas wisata di kawasan Tihi-Tihi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan melalui program CSR.

“Di Tihi-Tihi, PT Badak membantu kita melakukan pemenuhan fasilitas melalui program CSR mereka,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dispopar Bontang Genjot Semangat Pemuda Jadi Wirausahawan, Siapkan Generasi Mandiri 2045

Selain perusahaan industri, Dispopar turut menjalin komunikasi dengan sektor perbankan serta PLN untuk memperluas dukungan fasilitas publik. Ihsan menyebut bahwa kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengatasi keterbatasan anggaran pembangunan.

“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa perbankan dan juga PLN. Mereka nantinya bisa membantu penyediaan sarana-prasarana umum, seperti colokan listrik di area publik,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Delapan Pemuda Bontang Diganjar Penghargaan di Momen Sumpah Pemuda 2025

Menurutnya, dukungan yang diberikan mitra strategis akan semakin memperkuat daya tarik destinasi wisata dan memastikan keberlanjutan pembangunan ke depan.

“Keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan. Tapi justru itu yang mendorong kami untuk melibatkan pihak swasta agar pembangunan ini berkesinambungan,” tutup Ihsan.

Share This Article