Dispopar Perkuat Pengembangan Wisata Lewat Kolaborasi Sektor Swasta

selisik
2 Min Read

Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Kota Bontang terus memaksimalkan potensi Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai motor penguatan destinasi wisata. Sejumlah perusahaan industri besar disebut menjadi mitra penting dalam mendukung pengembangan sarana dan prasarana wisata di beberapa lokasi strategis.

Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bontang, Muhammad Ihsan, mengatakan bahwa dua perusahaan besar, yakni PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan PT Badak LNG, menjadi bagian dari kolaborasi yang selama ini berjalan baik. Dukungan keduanya dinilai berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas fasilitas wisata.

BACA JUGA:  Dispopar Pastikan 45 Lapak Baru Hanya untuk Pedagang Lama di Bontang Kuala

“PKT punya program yang bisa kita kolaborasikan. Seperti di Malahing, PKT banyak membantu dalam pemenuhan sarana dan prasarana,” ujar Ihsan, Senin (10/11/2025).

Ia menambahkan bahwa PT Badak LNG juga berperan aktif dalam pengembangan fasilitas wisata di kawasan Tihi-Tihi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan melalui program CSR.

“Di Tihi-Tihi, PT Badak membantu kita melakukan pemenuhan fasilitas melalui program CSR mereka,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dispopar Bontang Latih 26 Barista, Peserta Berpeluang Kantongi Sertifikat BNSP

Selain perusahaan industri, Dispopar turut menjalin komunikasi dengan sektor perbankan serta PLN untuk memperluas dukungan fasilitas publik. Ihsan menyebut bahwa kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengatasi keterbatasan anggaran pembangunan.

“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa perbankan dan juga PLN. Mereka nantinya bisa membantu penyediaan sarana-prasarana umum, seperti colokan listrik di area publik,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Sertifikasi BNSP Jadi Kunci, Dispopar Bontang Dorong Daya Saing Pelaku Barbershop

Menurutnya, dukungan yang diberikan mitra strategis akan semakin memperkuat daya tarik destinasi wisata dan memastikan keberlanjutan pembangunan ke depan.

“Keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan. Tapi justru itu yang mendorong kami untuk melibatkan pihak swasta agar pembangunan ini berkesinambungan,” tutup Ihsan.

Share This Article