Bontang – Klub Kuda Sakti berhasil keluar sebagai juara pertama dalam Turnamen Catur Antar Klub se-Kota Bontang 2025 yang digelar di Aula Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Bontang, Sabtu (1/11/2025).
Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Bontang, sekaligus wadah pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi di daerah.
Kuda Sakti tampil dominan sepanjang lima babak pertandingan dengan sistem Swiss dan bonus waktu tiga detik. Tim yang diperkuat Abdul Rahman, Mulyadi, Vicky K, Amrul, dan Farid itu mengoleksi 9 poin, hasil dari empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Posisi kedua ditempati Klub Benteng Hitam dengan 7 poin, disusul Catur Perdana di peringkat ketiga dengan 6 poin, dan Junior Club A di posisi keempat juga dengan 6 poin.
Manajer Kuda Sakti, Amrul, menyebut kemenangan timnya merupakan hasil kerja keras dan kekompakan para pemain yang telah berpengalaman di berbagai turnamen.
“Saya, Vicky, dan Mulyadi memang sudah biasa bermain beregu. Saat Porprov 2022 lalu, kami juga mewakili Bontang,” katanya.
Amrul juga mengapresiasi penampilan para atlet muda dari klub junior binaan Percasi yang mampu memberikan perlawanan ketat di tiap babak.
“Kami bangga dengan penampilan para pemain muda. Tapi dari sisi lain, ini juga jadi evaluasi bagi para atlet senior agar terus meningkatkan kemampuan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dispoparekraf Bontang, Andi Parenrengi, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan turnamen yang diikuti oleh 12 klub catur dari berbagai wilayah di Kota Bontang.
“Turnamen ini bagian dari rangkaian HUT Kota Bontang. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan melahirkan atlet catur berprestasi yang bisa membawa nama Bontang ke tingkat nasional,” ujarnya.
Andi menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan olahraga prestasi, termasuk melalui turnamen seperti ini yang berperan penting dalam regenerasi atlet muda.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Percasi Bontang, Rudi Albar, melaporkan bahwa turnamen ini diikuti oleh 60 peserta dari 12 klub dengan total hadiah Rp25 juta yang bersumber dari APBD Kota Bontang.
“Hadiah disesuaikan dengan standar kompetisi tingkat kota. Kami berharap turnamen seperti ini bisa terus digelar setiap tahun untuk memperkuat pembinaan atlet catur Bontang,” tuturnya.
Turnamen berlangsung ketat sejak babak pertama hingga babak akhir. Suasana tegang dan penuh strategi mewarnai setiap partai, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

