Fakta Baru Kasus Suami Bunuh Istri dan Dua Anak Remajanya, Korban Hamil Enam Bulan

selisik
2 Min Read

Berau – Pria inisial JL (34) tega menghabisi nyawa istri dan dua anaknya menggunakan parang di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Korban diketahui dalam kondisi hamil enam bulan.

“Kami baru mendapatkan informasi dari rumah sakit bahwa istrinya yang meninggal dalam kondisi hamil enam bulan,” ucap Kasi Humas Polres Berau AKP Ngatijan, dilansir detikKalimantan, Selasa (12/8/20205).

Pembantaian tersebut terjadi di kediaman pelaku di Kecamatan Segah, Kabupaten Berau pada Minggu (10/8/2025) pukul 07.00 Wita. Korban tewas yakni istri pelaku NV (33), serta dua anak mereka NN (16) dan SM (15).

BACA JUGA:  Motif Terungkap; Siswi SMP di Berau Dibunuh Ayah Tiri karena Melawan Tak Mau Diperkosa, Terancam Hukuman Mati

Pelaku ditangkap tak lama setelah kejadian pada Minggu (10/8) pagi. Aksinya terungkap setelah ayahnya mendengar ribut-ribut di rumahnya. Dalam upaya menggali keterangannya, polisi pun membawa JL ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan mental lebih dulu.

“Pelaku belum bisa diambil keterangan sampai saat ini, karena saat ditanya penyidik dia (JL) diam saja. Jadi saat ini pelaku dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan mentalnya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pelaku Pembunuhan Wanita di Mayang Mangurai Rupanya Tetangga Korban, Tersinggung Ditegur Pesta Miras

Ngatijan mengatakan berdasarkan pengakuan keluarga korban, diketahui pelaku dan istrinya kerap cekcok. Bahkan sebelum kejadian, pelaku kerap mengancam untuk menghabisi nyawa korban saat cekcok.

“Iya waktu bertengkar sebelum-sebelumnya, pelaku ini sering berucap mau memarangi (membunuh) korban,” katanya.

<span;>Dugaan awal, pelaku sakit hati lantaran istrinya kerap memintai cerai. Pelaku emosi dan menghabisi nyawa istri dan dua anaknya.

BACA JUGA:  Ibu di Berau Bunuh Anak Kandung Karena Pengangguran dan Suka Ambil Uang

<span;>”Dugaan awal emosi karena istri meminta cerai kepada pelaku, dan juga ayah korban juga nyuruh cerai karena tidak terima anaknya sering dapat ancaman,” terang Ngatijan.

Share This Article