Sektor Pertambangan Kini Tak Masuk Sektor Unggulan Fiskal Kutim

selisik
2 Min Read

Kutai Timur – Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, sektor pertambangan yang saat ini menjadi andalan APBD Kutim, tidak dimasukkan lagi menjadi sektor unggulan daerah ini, dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Jangka Panjang (RKPDJP) ke-2, yang dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Ini menjadi tantangan bagi kita bersama, untuk mempersiapkan sejak dini. Meski Kutim disebut menjadi ‘superbup’ bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, yakni sebagai penyangga utama perekonomian,” ujar Ardiansyah, ketika menghadiri dan meresmikan Sekretariat Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kutim, Sabtu (11/11/2023).

BACA JUGA:  DTPHP Kutim Berupaya Dongkrak Sektor Pertanian dan Peternakan Lewat Programa

Dijelaskannya, Bappenas menyebutkan ada tujuh sektor yang menjadi fondasi bagi Kutim dalam meningkatkan fiskal daerah. Yakni sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, kehutanan dan pariwisata. Sektor pertambangan tidak lagi disebutkan.

“Kuncinya adalah hilirisasi. Tidak ada lagi ekspor “raw material” atau bahan mentah tetapi harus ada turunan dari bahan utama itu. Seperti industri sawit dan turunannya, industri kelautan dan perikanan, peternakan serta pengembangan pariwisata. Jadi saya menawarkan kepada pengusaha asal Toraja untuk berinvestasi dalam bidang -bidang tersebut,” ajak Ardiansyah.

BACA JUGA:  Terapkan P5 Kurikulum Merdeka, Siswa SDN 003 Sangatta Utara Pilah dan Daur Ulang Sampah

Tahun 2030 mendatang pemerintah pusat akan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil dan secara bertahap beralih ke bahan bakar energi hijau atau bio diesel yang lebih ramah lingkungan.

“Peluang dan potensi dari sektor perkebunan dan pertanian ini sangat besar. Contoh seperti kebutuhan gula kristal dari produk nenas yang sangat diminati masyarkat Polandia bahan bakunya ada di Kecamatan Batu Ampar,” terangnya. (Adv)

Share This Article