Viral Doa Berbuka Diparodikan dengan Kata Kasar, MUI Bontang: Bisa Masuk Penistaan Agama

selisik
3 Min Read

Bontang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang menanggapi viralnya video seorang pria yang memparodikan doa berbuka puasa dengan menyelipkan kata-kata tidak pantas di media sosial. MUI menilai tindakan tersebut tidak layak karena doa merupakan bagian dari ibadah.

Ketua MUI Bontang, Misbahul Munir, mengatakan doa merupakan bentuk pengakuan seorang hamba yang lemah dan tidak berdaya kepada Allah SWT sebagai Zat Yang Maha Kuasa. Karena itu, doa tidak semestinya dijadikan bahan candaan atau permainan, terlebih jika dijadikan konten dan disebarkan di media sosial.

“Doa itu bagian dari ibadah. Tidak semestinya dijadikan mainan, apalagi dikontenkan lalu disebarkan di media sosial,” ujar Misbahul, Senin (9/3/2026).

BACA JUGA:  PM Swedia Ungkap Aksi Paludan Bakar Al Quran Bikin Runyam

Ia bahkan menilai tindakan tersebut berpotensi masuk dalam kategori penistaan agama karena memparodikan kalimat doa yang dianggap suci oleh umat Islam.

“Bahkan bisa masuk penistaan agama. Apalagi doa itu bagian dari ibadah,” katanya.

Meski demikian, Misbahul menegaskan bahwa tidak semua tindakan yang dianggap sebagai penistaan harus langsung dilaporkan secara hukum. Menurutnya, pendekatan yang lebih penting saat ini adalah memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga ucapan dan perilaku, terutama di ruang publik seperti media sosial.

Ia juga mengingatkan bahwa media sosial tidak hanya diakses oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Karena itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan norma dan akhlak dalam membuat maupun menyebarkan konten.

BACA JUGA:  Heboh Video Doa Berbuka Diselipi Kata Tak Pantas, Polisi Bontang Buru Identitas Pria Ini

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lisan dan tidak bertindak di luar norma dan akhlak, apalagi di media sosial yang juga diakses anak-anak,” jelasnya.

MUI Bontang juga berharap masyarakat tidak menormalisasi tindakan yang menjadikan doa sebagai bahan candaan atau sekadar konten hiburan.

“Jangan sampai orang menormalisasikan doa menjadi mainan hanya untuk konten semata,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membaca doa berbuka puasa sambil menyelipkan kata-kata kasar viral di media sosial.

Dalam video tersebut, pria itu awalnya diminta membaca doa berbuka puasa. Namun saat melafalkan doa, ia justru menyisipkan umpatan yang dinilai tidak pantas.

BACA JUGA:  Heboh Video Doa Berbuka Diselipi Kata Tak Pantas, Polisi Bontang Buru Identitas Pria Ini

Aksi tersebut pun memicu beragam komentar dari warganet.

Menanggapi video viral itu, pihak kepolisian dari Kepolisian Resor Bontang saat ini tengah menelusuri identitas pria dalam video tersebut.

Kapolres Bontang, Widho Anriano melalui Kasat Reskrim Randy Anugrah mengatakan, berdasarkan informasi awal, pria tersebut diduga merupakan warga Bontang.

“Menurut anggota saya, orang tersebut sering mengamen di depan Masjid Al-Hijrah,” ujar Randy saat dihubungi, Senin (9/3/2026).

Polisi masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait identitas pria yang terekam dalam video tersebut.

Share This Article