Suami Bunuh Istri karena Sering Dimarahi

Tenggarong – Gabungan tim Aligator Polres Kutai Kartanegara (Kukar) dibantu Tim Macan Polres Kalimantan Selatan (Kalsel), Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Kalsel, Buser Polres Banjar Baru (BJB), dan Buser Polsek Bjb Barat berhasil membekuk tiga tersangka pembunuhan wanita paruh baya SA (51) warga Jalan Bhayangkara RT 04 Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ketiga pelaku dibekuk pada Kamis (29/4/2021), di Kabupaten Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Herman Sopian, mengatakan, setelah melakukan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tim Aligator Polres Kukar langsung menuju ke Kalsel untuk melakukan pengejaran terhadap para tersangka pembunuhan tersebut. Sesampainya di sana, tim langsung berkoordinasi dengan Satreskrim Polda Kalsel dalam melakukan penangkapan kepada ketiga tersangka, tepatnya di salah satu mes perusahaan yang ada di Kabupaten Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

“Sementara ini, mereka masih kita interogasi di Polsek setempat. Kami juga masih menunggu tersangka untuk dibawa ke Polres Kukar,” ujar Herman.

Dari hasil interogasi yang dilakukan oleh tim Aligator Polres Kukar, tersangka utama yang berinisial A (27) sekaligus sebagai suami korban mengaku, bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi sakit hati, lantaran korban sering memarahinya.

“Masalah kecil saja, sebagai suami dia sering dimarahi oleh korban. Terakhir pada saat bangun siang dia dimarahi oleh istrinya atau korban,” terang Herman. 

Diketahui, leher korban dijerat menggunakan tali, sehingga leher korban mengalami patah tulang. Sedangkan tersangka lainnya berinisial S (37) dan F (21), membantu tersangka utama untuk mengeksekusi korban.

“Saat ini kami masih melihat dulu untuk pasal yang akan dikenakan untuk ketiga tersangka. Nanti setelah sampai di Polres Kukar, kami akan gelar kembali untuk menentukan pasal, ini termasuk perencanaan atau tidak,” tutup Herman.

Sebelumnya, SA ditemukan warga di dalam rumahnya di RT 04 Kelurahan Loa Ipuh Darat, dalam keadaan meninggal dunia dan jasadnya sudah mulai membusuk, pada 20 April 2021. (selasar)