Sekolah di Bontang Diizinkan Terapkan PJJ Jika Siswa Banyak yang Sakit

Bontang – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bontang memutuskan melakukan pembelajaran jarak jauh, sejak Rabu (10/8/2022). Kebijakan itu diambil menyusul banyaknya peserta didik yang izin sakit.

Meski demikian, kebijakan SMP Negeri 1 menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah mendapat restu dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang.

Menurut Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Bontang, Saparudin, semua sekolah berhak menerapkan PJJ jika banyak pelajar yang izin sakit.

Kebijakan itu juga telah diatur jelas dalam SE Kemendikbud, terkait syarat penerapan PJJ.

Penerapan PJJ di sekolah ini disebutkan tidak mengacu pada jumlah akumulasi kasus Covid-19 secara keseluruhan. Tetapi, lebih kepada tingkat kasus atau indikasi Covid-19 terhadap pelajar di setiap sekolah.

BACA JUGA:  Balikpapan Masuk Zona Merah Covid-19

“Kalau banyak yang sakit, boleh saja. SMP Negeri 1 ini kan memang inisiatif mereka karena takut. Jadi boleh saja,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/8/2022).

Saparudin mengatakan, bukan hanya SMP Negeri 1, sekolah lain juga bisa memberlakukan PJJ jika banyak muridnya yang terindikasi terpapar Covid-19.

“Bisa, SMP Negeri 5 juga tadi nanya. Saya bilang silahkan saja. Semua sekolah bisa. Sistem PJJ juga menyesuaikan, misalnya seperti buka tutup sistem belajar,” terang Saparudin.

Diakhir, Saparudin pun mengingatkan bagi sekolah yang menggelar PJJ agar segera melakukan sterilisasi lebih dulu sebelum kembali menerapkan pembelajaran tatap muka.

Selain itu, sekolah juga wajib melakukan screening terhadap murid atau tenaga pendidik yang terindikasi covid-19.

BACA JUGA:  13 Kelurahan Masuk Zona Merah

“Nah, itu yang kita minta. Kalau PJJ, pihak sekolah lakukan bersih-bersih dulu,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: