Progres Lambat, Abdi Firdaus Kritisi Proyek MYC di Kutim

selisik
2 Min Read

Kutim – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Abdi Firdaus menyoroti progres pekerjaan Multi Years Contrac (MYC) yang terkesan lambat dan jauh dari harapan masyarakat.

Menurutnya, hal ini disebabkan kurang matangnya perencanaan awal yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait, sehingga progres pengerjaan lambat, bahkan ada mandek.

“Kami tegaskan dan garis bawahi perencanaan kurang matang, sehingga saat dimulainya proyek pekerjaan hasilnya tidak jelas,” ucap Abdi Firdaus saat ditemui awak media di Kantor DPRD Kutim, Kamis (11/07/2024).

BACA JUGA:  Fasilitas Kesehatan di Wahau-Kongbeng Butuh Perhatian Pemkab

Terkait dengan pekerjaan proyek MYC yang banyak dikerjakan oleh kontraktor luar, Anggota komisi C DPRD Kutim itu mengungkapkan pihaknya telah meminta dinas terkait untuk memprioritaskan kontraktor lokal untuk urusan pekerjaan MYC.

“Kami dari komisi C sudah beberapa kali menyampaikan ke dinas terkait, usahakan kontraktor lokal dulu yang diprioritaskan untuk mengerjakan proyek itu,” ungkapnya.

BACA JUGA:  DPRD Kutim Dorong Pemanfaatan Bandara Uyang Lahai

Politikus Demokrat itu menjelaskan memang ada beberapa titik proyek MYC yang dikerjakan oleh kontraktor luar, namun ada juga kontraktor lokal yang mengerjakan proyek MYC lainnya.

“Memang ada juga beberapa kontraktor luar yang dipakai, karena memang harus memenuhi standar-standar yang sesuai dengan spesifikasi yang ada dan yang mampu memenuhi itu kontraktor dari luar,” jelasnya.

Melihat progres proyek MYC dilapangan, Abdi Firdaus mengaku hanya beberapa persen saja yang terlaksana dan dipastikan banyak yang tidak akan selesai sesuai target.

BACA JUGA:  Dewan Minta Pemkab Kutim Seriusi Temuan BPK

“Sesuatu yang besar, ketika perencanaannya kurang hasilnya pun pasti tidak akan maksimal. Makanya kami harap sebelum pekerjaan dieksekusi di lapangan pemerintah sejak awal matangkan perencanaannya,” tutupnya. (Adv)

TAGGED:
Share This Article