Pria di Samarinda Tega Bunuh Rekannya gegara Masalah Sepele

Samarinda – Pria inisial AM (47) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tega membacok rekannya, AA (54) hingga tewas. Keduanya sempat bertikai karena masalah sepele.

“Penyebabnya lantaran tersinggung korban diejek,” ujar Kapolresta Samarinda Kombes Ary Fadli dikutip dari detikcom, Minggu (9/10/2022).

Pertikaian itu terjadi di Jalan Bung Tomo Gang Tepian, Kelurahan Baqa, Samarinda pada Kamis (6/10). Awalnya pelaku dan korban yang tinggal berdekatan rumah bertemu di sebuah gang.

“Saat ketemu, pelaku menyinggung korban yang berperilaku aneh lantaran membawa golok,” jelas Ary.

Menurut Ary, saat itu AM menyinggung AA dengan narasi mengalami gangguan jiwa karena membawa parang ke mana-mana.

“Dari perkataan pelaku saat ini, ‘wah, ini kumat lagi kayaknya’. Setelah perkataan itu korban sempat jengkel tapi langsung pulang,” sambungnya.

BACA JUGA:  Suami di Bengalon Tebas Istri dan Anak hingga Tewas

Selepas itu, keduanya kembali bertemu di lokasi yang sama. Pelaku kembali melontarkan ejekan kepada AA yang saat itu masih memegang parang, hingga terjadi perkelahian antar keduanya.

“Pelaku kembali mengejek korban, karena tidak terima akhirnya korban mengejar pelaku dan langsung menyabet pelaku hingga mengenai tangan,” terangnya.

Sementara itu, AM sempat membalas dengan melukai AA dengan menggunakan balok. Selanjutnya, parang yang dibawa AA berhasil direbut pelaku dan berbalik menyerang korban.

“Parangnya direbut oleh pelaku, terus dibacok lah korban, di bagian dada dan kepala,” papar Ary.

Usai perkelahian itu, AA yang mengalami luka parah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun pada keesokan harinya nyawa AA tidak dapat diselamatkan.

BACA JUGA:  Hari Ini, Ferdy Sambo Dkk Jalani Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Yosua

“Korban meninggal di rumah sakit, setelah mendapat perawatan sehari setelah kejadian,” bebernya.

Atas kejadian itu, polisi kemudian menangkap AM di kediamannya pada hari yang sama saat kejadian. Barang bukti berupa parang milik korban turut disita.

“Ya kita lagi proses, sambil menunggu hasil visumnya untuk memastikan korban meninggal,” sebutnya.

Atas perbuatannya AM dijerat pasal 338 dan 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara.

%d blogger menyukai ini: