Perkuat Ekonomi Kreatif, Dispopar Bontang Gelar Pelatihan Tas Rajut Bersertifikat

selisik
3 Min Read

Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Bontang terus memperkuat peran dalam pengembangan ekonomi kreatif lokal. Melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Pembuatan Tas Rajutan, Dispopar berkolaborasi dengan TP PKK Kota Bontang dan LSP BNSP Jakarta. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dispopar, Rita Atin Widiarti, Senin (27/10/2025).

Sebanyak 26 peserta, terdiri dari anggota TP PKK dan pelaku usaha lokal, mengikuti pelatihan yang berlangsung selama empat hari hingga 30 Oktober 2025. Mereka dibimbing langsung oleh dua instruktur profesional, Munawar Siama Bandaro dan Ismi Nasriati, dengan materi yang mencakup teknik dasar merajut, pengenalan bahan, desain tas, hingga uji kompetensi.

BACA JUGA:  Tim Cricket Bontang Raih Tiga Medali Perunggu di Babak Kualifikasi Porprov Kaltim 2025

Dalam laporannya, M. Deddy Arianto, Staf Jabatan Fungsional Adiyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi pemula untuk menguasai keterampilan teknis serta memperoleh sertifikasi kompetensi resmi dari BNSP.

“Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga membuka peluang usaha ekonomi kreatif berbasis keterampilan tangan dan memperluas daya saing produk lokal Bontang di pasar nasional,” jelas Deddy.

Sementara itu, Sekretaris Dispopar Bontang, Rita Atin, menuturkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Dispopar untuk memperkuat subsektor kriya dan fesyen, yang dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan ekonomi keluarga.

BACA JUGA:  Pickleball Makin Populer, Pemkot Bontang Siapkan Dukungan untuk Pembinaan dan Fasilitas

“Kita tahu sektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Terlebih, produk kriya saat ini sangat diminati dan bisa menembus pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Rita menyebutkan, kegiatan ini merupakan pelatihan perdana Dispopar di bidang tas rajut. Ia berharap peserta mampu menghasilkan produk yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi dan berdaya saing.

“Selama ini kita mengenal tas Boba sebagai suvenir khas, ke depan kami ingin ibu-ibu PKK juga bisa membuat tas rajut sendiri yang bisa dijadikan suvenir resmi kegiatan Pemkot Bontang,” tuturnya.

BACA JUGA:  Dispopar Bontang Dorong Kenaikan IPP Lewat Digitalisasi dan Kesetaraan Gender

Lebih lanjut, Rita menegaskan pentingnya sertifikasi sebagai bukti profesionalisme perajin lokal. “Dengan sertifikat BNSP, mereka tidak hanya terampil, tapi juga diakui secara nasional. Ini akan meningkatkan kepercayaan pembeli dan peluang usaha mereka,” tambahnya.

Pelatihan ini juga menjadi sarana pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi. Dispopar berharap hasil kegiatan dapat melahirkan perajin-perajin baru yang siap bersaing, sekaligus memperkuat posisi Bontang sebagai kota kreatif yang terus berkembang.

Share This Article