Percepat Penurunan Stunting, Pemkot Bontang Gelar Diseminasi Audit Pertama di Kaltim

selisik
2 Min Read

Bontang – Pemkot Bontang menggelar diseminasi audit kasus stunting ke-1 tahun 2023 bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (11/7/2023). Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya pencegahan dan percepat penurunan kasus stunting di Kota Bontang.

Diketahui, diseminasi audit kasus stunting ini merupakan diseminasi pertama yang dilaksanakan di Kaltim. Lokus audit kali ini adalah Kelurahan Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah.

Dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Syahruddin mengajak seluruh pihak untuk mengentaskan stunting dengan sungguh-sungguh.

BACA JUGA:  Isap Sabu-Sabu dalam Bus, Sopir Bus Pemkot Bontang Ditangkap Polisi

“Tahun 2045 disebut tahun generasi emas jadi di masa depan mereka diharapkan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan cerdas. Maka ini jadi fokus kita bersama untuk mengentaskan stunting di Bontang,” ujar Syahruddin.

Ia juga mengatakan peningkatan kualitas penyiapan kehidupan keluarga juga sangat penting, seperti pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, sanitasi serta air minum.

Lebih lanjut tim pakar berkesempatan memaparkan hasil audit yang telah dilakukan yakni 3 ibu hamil beresiko yang diaudit oleh tim pakar dr.Khairul dan 3 catin beresiko yang diaudit oleh dr.Putu.

BACA JUGA:  Gelar FGD, Pemkot Bontang Susun Rancangan Awal RPJPD

Dari hasil audit diharapkan ibu hamil diedukasi dan diberikan asupan gizi, tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, asi ekslusif bagi bayi, serta mendapatkan makanan pendamping asli. Bagi bayi dengan gizi buruk akan mendapat layanan tata laksana gizi buruk, pemantauan tumbuh kembang serta imunisasi dasar yang lengkap.

Sedangkan untuk pelayanan ditingkat keluarga, catin akan diberikan pengetahuan terkait keluarga berencana, pemeriksaan kesehatan pra nikah, pendampingan bagi keluarga beresiko stunting, pemberian bantuan tunai bersyarat bagi keluarga miskin dan rentan, bantuan iuran jaminan kesehatan nasional bagi penduduk berpendapatan rendah, serta pemberian pengetahuan terkait stunting dan pola hidup bersih.

BACA JUGA:  RSUD Bontang Beri Layanan Unggul Bagi Pengobatan Anak Berkebutuhan Khusus

Dari pertemuan tersebut, tentunya pemerintah berharap terdapat tindak lanjut dan evaluasi perubahannya ke depan, sehingga kasus stunting dapat semakin berkurang mencapai target nasional. (Adv)

Share This Article