Balikpapan – Penanganan kasus bentrokan berdarah yang menewaskan seorang pria berinisial AS (48) di kawasan Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, hingga kini masih terus bergulir. Meski demikian, penyidik Polsek Balikpapan Selatan belum bisa menetapkan status tersangka dalam perkara ini.
Hal tersebut dikarenakan salah satu pihak yang diduga kuat terlibat, yaitu FM (34), masih harus menjalani perawatan intensif dan proses pemulihan akibat luka tusuk yang sangat serius.
Melansir Prokal.co, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Ilham, menjelaskan bahwa pihak kepolisian belum dapat meminta keterangan dari FM karena kondisi kesehatannya yang belum memungkinkan.
FM juga menderita sejumlah luka tikam dalam insiden tersebut, bahkan sempat berada dalam kondisi kritis hingga harus naik ke meja operasi. Oleh sebab itu, polisi saat ini memilih untuk fokus pada proses penyembuhan terduga pelaku terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap penyidikan yang lebih mendalam.
Kendati kondisi FM dikabarkan mulai menunjukkan perkembangan yang positif dan kian membaik, penyidik menegaskan tidak akan gegabah. Polisi masih harus menunggu rekomendasi dan izin resmi dari tim dokter yang menangani FM sebelum akhirnya bisa menggali keterangan langsung dari yang bersangkutan.
Sembari menunggu pulihnya FM, aparat kepolisian memastikan bahwa proses penyelidikan tetap berjalan konstan. Penyidik terus bergerak di lapangan untuk mengumpulkan alat bukti pendukung serta memeriksa sejumlah saksi demi mengungkap kronologi serta fakta utuh di balik tragedi berdarah tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa tragis ini diketahui bermula dari sebuah pesta minuman keras di area Pasar Sepinggan pada Kamis dini hari pekan lalu.
Dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol, terjadi perselisihan di mana wajah FM diduga dilempar benda oleh seseorang berinisial RS. Merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut, RS kemudian pergi meninggalkan lokasi kejadian untuk menemui korban AS.
Situasi semakin memanas ketika AS bersama RS dan beberapa orang lainnya memutuskan kembali mendatangi FM di kawasan pasar. Pertemuan kedua kelompok ini langsung berujung pada bentrokan hebat dan aksi saling tikam yang tidak terhindarkan.
Akibat dari duel maut tersebut, AS mengembuskan napas terakhirnya karena luka tusuk, sementara FM harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka berat. Polisi kini masih terus mendalami peran masing-masing pihak sebelum nantinya resmi menetapkan status hukum para pelaku.

