Penjaga Warung Ditemukan Tewas di Balikpapan, Autopsi Ungkap 13 Luka dan Penyebab Kematian

selisik
3 Min Read

Balikpapan – Warga Jalan MT Haryono, RT 08, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, digegerkan dengan penemuan seorang penjaga warung yang tewas akibat luka tikaman, Senin (26/1/2026) siang. Korban ditemukan tidak bernyawa di lokasi kejadian, tepatnya di sekitar warung tempat ia bekerja, tak jauh dari Rumah Sakit Kanujoso.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA dan segera menarik perhatian warga sekitar. Korban diketahui berinisial AS (19), penjaga Toko Mba Leha, yang saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Ketua RT 08 Gunung Samarinda Baru, Bambang Sriwaluyo, mengatakan informasi awal diterimanya dari anggota Karang Taruna setempat. Saat tiba di lokasi, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan terlihat mengalami luka akibat senjata tajam.

BACA JUGA:  Pria di Samarinda Ilir Diserang Dua OTK saat Pulang Sholat

Bambang menyebut korban bukan warga setempat dan merupakan pendatang yang menyewa sekaligus menjaga warung tersebut. Warung itu diketahui baru beroperasi kurang dari satu tahun dan belum melapor secara administratif ke lingkungan RT.

Kapolsek Balikpapan Utara, AKP Agus Fitriadi, membenarkan adanya peristiwa penikaman tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan indikasi tindak perampokan karena barang-barang di dalam warung masih berada di tempatnya.

BACA JUGA:  Tersinggung Ditegur, Pria di Banjarmasin Tikam Pengendara hingga Tewas

Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan guna menjalani proses autopsi. Hasil pemeriksaan forensik mengungkap adanya tindak kekerasan berat terhadap korban.

Dokter ahli forensik Rumah Sakit Bhayangkara, dr. Heriyadi Bawono Putro, Sp.FM., menjelaskan bahwa pada tubuh korban ditemukan sebanyak 13 luka yang merupakan kombinasi kekerasan tumpul dan kekerasan tajam di sejumlah bagian tubuh.

“Penyebab kematian korban adalah luka tusuk yang sangat dalam di bagian perut yang mengakibatkan kerusakan organ vital dan perdarahan masif,” kata dr. Heriyadi, Selasa (27/1/2026) dilansir dari Prokal.co.

Selain itu, tim forensik memperkirakan waktu kematian korban terjadi sekitar dua hingga enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Perkiraan tersebut sesuai dengan waktu penemuan jasad korban di lokasi kejadian pada Senin siang.

BACA JUGA:  Gara-gara Sering Dihina, Pemuda di Paser Tikam Paman hingga Tewas

Hasil autopsi telah diserahkan kepada penyidik Polsek Balikpapan Utara dan Polresta Balikpapan untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami kronologi serta motif kejadian dengan memeriksa sejumlah saksi dan mencocokkan barang bukti yang telah diamankan.

Share This Article