Pengelolaan Parkir Dinilai Belum Maksimal

SELISIK.ID, Bontang– Pendapatan daerah dari parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang besar pasak daripada tiang.

 

Sepanjang 2018, pemasukan dari retribusi parkir yang dikelola dishub adalah sebanyak Rp50 juta. Sementara pengeluaran gaji petugas parkir mencapai Rp180 juta.

 

Diketahui, dishub mempekerjakan 15 orang petugas parkir untuk tujuh kantung parkir dengan gaji Rp1 juta per bulan setiap orang.

 

Mengetahui hal ini, Ketua Komisi II DPRD Bontang Ubayya Bengawan meminta dishub segera melakukan evaluasi. Ubayya menilai pendapatan daerah dari sektor ini masih minim.

 

“Perlu dimaksimalkan lagi untuk menambah PAD,” kata Ubayya dalam rapat dengar pendapat DPRD bersama Dinas Perhubungan serta sejumlah OPD lainnya di ruang rapat Gedung DPRD Bontang, Selasa (08/01/2019).

 

Keganjilan dalam pengelolaan parkir juga dirasakan langsung oleh anggota Komisi II DPRD Bontang Arif. Politisi Partai Hanura itu menemukan petugas parkir menarik retribusi menggunakan karcis kedaluwarsa.

 

“Saya cek karcisnya, ternyata masih ada karcis tahun 2017,” sebut Arif usai mengikuti agenda dengar pendapat, Selasa (08/01/2019).

 

Arif menilai hal ini terjadi karena kurangnya kontrol dari dishub selaku penanggungjawab.

 

Plt Kepala Dishub Bontang Murlan mengatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap beberapa temuan di lapangan. Serta merumuskan potensi kantong parkir baru untuk menambah pendapatan daerah.

 

“Ada empat titik lagi yang berpotensi bisa dikelola. Artinya, akan kami tambah jumlah lahan parkir,” katanya.

 

Namun begitu, Murlan menyebut bahwa lahan parkir yang dikelola Dishub Bontang bukan jasa usaha yang melulu membicarakan keuntungan. Akan tetapi hal ini merupakan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Kalau usaha jasa, ya berbicara keuntungan. Tapi kita berbicara soal pelayanan,” pungkasnya. (vli)