Bontang – Kepala Satpol PP Ibnu Gunawan menceritakan pengalamannya sebagai penyintas Covid-19. Ia bahkan harus melewati masa kritis. Padahal menurutnya, selama ini, ia telah mematuhi protokol kesehatan dan tidak keluar kota.
Bahkan ia rutin menjaga pola hidup sehat dengan banyak berolahraga.
Namun, jabatan yang melekat dirinya sebagai kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Bontang, memungkinkan Ibnu (51) menjadi rentan terpapar. Mengingat, satuan yang ia pimpin adalah garda terdepan penegak Peraturan Daerah.
Aktifitas rutinnya, acap kali turun ke lapangan dan banyak berinteraksi dengan masyarakat, khususnya saat melakukan patroli prokes di tempat ramai.
“Tidak tahu terpapar di mana, tapi memang sering turun ke lapangan, apalagi patroli prokes,ujarnya.
Selama ditetapkan sebagai pasien aktif covid-19, dirinya menjalani perawatan selama 8 hari di Rumah sakit. Ia ceritakan, mulai merasakan gejala sebelum perayaan hari Natal 25 Desember 2020.Tetapi dirinya baru melakukan pemeriksaan pada awal masuk 2021. Saat itu pula, ia dinyatakan positif covid-19, dengan kadar oksigen di dalam darahnya hanya 82 persen. Padahal minimal orang normal harusnya 95 persen hingga 100 persen, atau setara dengan 75 sampai 100 mmHg.
Tiga hari awal dirawat, dirinya mulai merasakan efek gejala sakit dari virus berbahaya ini. Yang ia rasakan layaknya seperti sakit tipes, demam, sesak napas, dan badanya ngilu seperti dilindas sesuatu.
Di hari ke empat, puncak terparah dari virus ini mulai ia rasakan. Sesak napas semakin parah, hingga terkapar di kamar mandi ruang tempat dirinya di isolasi.
“Bayangin yang saya rasakan, ibarat kita mendaki Gunung sampai puncak hingga susah napas, terus tiba-tiba mulutmu ditutup. Coba rasain. Begitu sudah yang saya rasakan,” tuturnya.
Berkat perawatan intensif dari pihak rumah sakit, kondisinya mulai membaik hingga di hari ke enam. Kadar oksigen dalam darahnya pun merangkak naik hingga 94 persen.
“Saturasi (kadar oksigen) saya pelan-pelan naik, sampai 94, mungkin karena saya rajin olahraga serta makan-makanan yang sehat. Apa aja saya makan. Saya paksa pokoknya,” luasnya.
Pun hari ke tujuh, ia akhirnya Ibnu dinyatakan sembuh. “Hari ketujuh saya sudah pulih, lalu hari ke delapan saya balik ke rumah,” ujarnya.
Dirinya pun berpesan agar masyarakat lebih waspada dan disiplin terhadap prokes, serta menjaga pola hidup sehat. “Jangan berpikir virus itu tidak ada, saya sudah rasakan bagaimana sakitnya,” tutupnya. (adv/kominfo)

