Pemkot-Yayasan Pupuk Kaltim Perkuat Sinergi, Dorong Lahirnya SDM Unggul Berdaya Saing

selisik
4 Min Read

Selisik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Salah satu bentuk komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dengan Ketua Harian Yayasan Pupuk Kaltim (YPK), Rakim, beserta jajaran di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (21/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, pengembangan inovasi pembelajaran, hingga sinkronisasi penataan kawasan sekolah dengan kebijakan tata ruang Kota Bontang.

Ketua Harian Yayasan Pupuk Kaltim, Rakim, memaparkan bahwa saat ini YPK membina sekitar 2.600 hingga 2.800 peserta didik yang tersebar mulai dari jenjang taman kanak-kanak, SMA/SMK, hingga sekolah luar biasa (SLB). Capaian tersebut menurutnya tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kota Bontang, termasuk melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang membantu menunjang operasional pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Bontang selama ini. Sinergi yang terjalin sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik,” kata Rakim.

BACA JUGA:  428 Kursi SD Negeri Belum Terisi, Disdikbud Bontang Soroti Penurunan Anak Usia Sekolah

Pada kesempatan yang sama, Rakim juga mempresentasikan berbagai inovasi pendidikan yang telah diterapkan YPK. Salah satunya adalah pemanfaatan perangkat Chromebook yang terintegrasi dengan aplikasi pembelajaran mandiri milik yayasan.

Digitalisasi tersebut mampu mengurangi penggunaan kertas secara signifikan sekaligus mendukung terwujudnya sekolah yang ramah lingkungan. Selain itu, YPK juga berhasil mengantarkan 22 peserta didik mengikuti program pendampingan studi ke luar negeri sebagai bagian dari penguatan daya saing global.

“Kami terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui digitalisasi ini, proses belajar menjadi lebih efektif sekaligus mendukung gerakan sekolah ramah lingkungan. Alhamdulillah, tahun ini juga ada 22 siswa yang memperoleh kesempatan mengikuti program pendampingan studi ke luar negeri,” jelasnya.

Selain membahas pengembangan pendidikan, audiensi turut menyinggung persoalan tata ruang yang dihadapi YPK. Yayasan menyampaikan adanya sebagian lahan sekolah yang masuk dalam rencana Ruang Terbuka Hijau (RTH).

BACA JUGA:  SD 011 Bontang Selatan Kekurangan 25 Kursi, Kuota Tiga Rombel Belum Terpenuhi

Menanggapi hal tersebut Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni sebelumnya mengapresiasi kontribusi Yayasan Pupuk Kaltim yang selama ini menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi unggul.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pupuk Kaltim yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan di Kota Bontang. Pemerintah tentu akan terus membuka ruang kolaborasi agar kualitas pendidikan kita semakin baik dan mampu melahirkan SDM yang unggul,” ujar Neni.

Sementara itu, menanggapi adanya lahan sekolah yang masuk dalam rencana RTH, Neni langsung menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang melalui sambungan telepon guna memperoleh penjelasan secara langsung mengenai status lahan dimaksud.

Dari penjelasan Kepala Dinas PUPR diketahui bahwa perubahan status tata ruang telah melalui kajian teknis yang komprehensif dan penyelesaiannya harus mengikuti mekanisme serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Meski demikian, Neni mengaku akan terus mendampingi dan membantu mencarikan solusi terbaik sesuai koridor hukum.

BACA JUGA:  Program Perlengkapan Sekolah Gratis di Bontang Kembali Berlanjut

“Pemerintah Kota Bontang akan terus mengawal dan memperjuangkan setiap aspirasi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Namun seluruh prosesnya harus mengikuti aturan yang berlaku serta tetap menjaga keseimbangan lingkungan. Insya Allah kita carikan solusi terbaik bersama,” tegas Neni.

Di akhir pertemuan, Wali Kota kembali menegaskan pentingnya menjaga sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan. Menurutnya, kolaborasi merupakan modal utama dalam mewujudkan generasi emas Bontang yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap Yayasan Pupuk Kaltim terus melahirkan anak-anak berprestasi yang nantinya menjadi kebanggaan Kota Bontang. Ketika pemerintah, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan berjalan bersama, saya yakin kualitas SDM Bontang akan semakin maju,” pungkasnya.

TAGGED:
Share This Article