BONTANG – Siswa SMP Negeri 7 Bontang masih harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di lokasi lama meski pembangunan gedung sekolah baru di Jalan Brokoli, Kelurahan Gunung Elai, mulai dikerjakan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang belum memindahkan siswa karena fasilitas yang dibangun pada tahap pertama baru terdiri dari empat ruang kelas. Jumlah tersebut belum mampu menampung seluruh kebutuhan pembelajaran SMPN 7.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pembangunan gedung baru merupakan bagian dari program revitalisasi sekolah yang dibiayai melalui dukungan pemerintah pusat.
“Pembangunannya memang sudah berjalan dengan menggunakan dana revitalisasi dari pemerintah pusat. Namun, setelah selesai nanti belum bisa langsung digunakan seluruhnya untuk kegiatan sekolah,” ujar Safa, Senin (21/9/2026).
Pekerjaan konstruksi diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima bulan. Setelah bangunan selesai, pemerintah masih perlu menyiapkan tahapan berikutnya sebelum seluruh siswa dapat dipindahkan ke lokasi tersebut.
Sebab, kebutuhan SMPN 7 Bontang diperkirakan mencapai sekitar 12 ruang kelas. Sementara pada tahap awal pembangunan hanya tersedia empat ruang kelas, dua toilet, serta satu laboratorium dengan nilai anggaran sekitar Rp2,3 miliar.
“Kebutuhan kita sekitar 12 ruang kelas. Jadi empat ruang yang dibangun sekarang belum cukup untuk memindahkan seluruh aktivitas sekolah ke sana,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat Disdikbud masih berharap adanya tambahan program revitalisasi pada tahun berikutnya. Penambahan bangunan diperlukan agar fasilitas di lokasi baru dapat memenuhi kebutuhan sekolah.
Safa mengatakan peluang tersebut masih terbuka apabila dukungan anggaran pemerintah pusat kembali tersedia. Pemerintah daerah juga berharap kondisi keuangan pada tahun mendatang memungkinkan adanya penambahan fasilitas.
“Mudah-mudahan tahun depan kembali ada bantuan revitalisasi untuk menambah ruang kelas. Kalau kondisi keuangan memungkinkan, tentu akan kita lanjutkan,” katanya.
Relokasi SMPN 7 menjadi perhatian karena sekolah sebelumnya menghadapi keterbatasan ruang di lokasi lama. Dari kebutuhan sekitar 12 rombongan belajar, sekolah hanya memiliki delapan ruang kelas sehingga harus memanfaatkan ruang lain dan menerapkan pengaturan pembelajaran secara bergilir.
Pembangunan di lokasi baru menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan tersebut. Namun, selama fasilitas belum lengkap, seluruh siswa masih ditempatkan di sekolah lama yang berada di sekitar kawasan Rusunawa Rawa Indah.
Menurut Safa, pemindahan sebagian siswa ke gedung baru justru berpotensi menyulitkan pengaturan kegiatan belajar mengajar. Karena itu, relokasi baru akan dilakukan ketika fasilitas yang tersedia sudah lebih memadai.
“Untuk sementara semuanya masih di lokasi lama. Kalau sebagian dipindahkan dan sebagian tetap di tempat lama, pengelolaannya justru akan lebih rumit,” pungkasnya.
Disdikbud Bontang memastikan pembangunan gedung baru tersebut akan tetap dikembangkan secara bertahap hingga kebutuhan ruang SMPN 7 dapat terpenuhi dan proses relokasi dapat dilakukan secara lebih optimal.

