Narkoba di Kaltim Libatkan Pelajar hingga ASN, Sebulan Lebih, 202 Orang Diciduk!

selisik
2 Min Read

Balikpapan – Polda Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkap 163 kasus peredaran narkoba dan menangkap 202 tersangka sejak pertengahan Januari sampai dengan akhir Februari 2026.

Kondisi ini disebut memprihatinkan. Apalagi, melibatkan pelajar hingga Aparatur Sipil Negara (ASN).

Melansir Kompas.com, Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengatakan dalam kurun waktu tersebut, pihaknya bersama 10 Polres jajaran berhasil mengungkap 163 kasus peredaran narkoba dan menangkap 202 tersangka.

“Dalam waktu sebulan lebih, jumlah tersangka mencapai 202 orang. Ini angka yang memprihatinkan dan menjadi atensi kami,” ujarnya di Mapolda Kaltim, Kamis (26/2/2026).

BACA JUGA:  11 Kg Sabu Senilai Rp20 Miliar Diamankan di Sangatta, Dua Pelaku Ditangkap

Dari pengungkapan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 7,9 kilogram sabu, 120 mililiter sabu cair, lebih dari 2.000 butir ekstasi, 8 gram tembakau sintetis, serta 1.100 butir obat daftar G atau obat keras berbahaya.

Pengungkapan kasus didominasi dari empat daerah, yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Berau.

Meski demikian, peredaran narkotika juga ditemukan di sejumlah wilayah lain di Kaltim.

BACA JUGA:  Pelaku Sebut Balita Positif Narkoba di Samarinda Karena Ulah Ibunya Sendiri

Pelajar hingga ASN Turut Diamankan

Romylus mengungkapkan, dua pelajar turut diamankan dalam pengungkapan tersebut.

Keduanya tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga diduga dimanfaatkan sebagai kurir atau kaki tangan jaringan narkotika.

“Kami akan menjangkau sekolah dan kampus untuk meningkatkan kewaspadaan. Ini menjadi kekhawatiran kami karena pelajar sudah dijadikan kurir, bukan sekadar pengguna,” ungkapnya.

Selain pelajar, aparat juga menangkap dua oknum ASN di Samarinda dan Balikpapan yang diduga terlibat sebagai pengguna maupun pengedar.

BACA JUGA:  Ngaku Sulit Tangkap Ikan, Nelayan di Balukukup Berau Pilih jualan Sabu

Peredaran narkotika juga menyasar wilayah pertambangan, termasuk salah satu tambang besar di Kutai Timur.

Menurut Romylus, narkoba kerap digunakan sebagai doping oleh pekerja dengan sistem shift agar tetap terjaga saat bekerja.

TAGGED:
Share This Article