Narapidana Banyak yang Masih Mendekam di Lapas Samarinda Meski Dapat Remisi Bebas

Samarinda – Puluhan narapidana kasus narkotika di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda masih harus mendekam di penjara, meski mendapat pengurangan masa hukuman atau remisi umum (RU)-2 dan langsung bebas. Penyebabnya mereka terganjal kewajiban membayar subsider.

Lapas Narkotika Samarinda mengusulkan 1.036 orang warga binaannya untuk mendapatkan remisi pada HUT ke-77 Kemerdekaan RI yang diajukan ke Kemenkum HAM.

“Dari jumlah itu, surat keputusan (SK) remisi yang turun baru 909 orang. Sisanya 127 orang menunggu apakah SK ada perbaikan atau masih verifikasi,” kata Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Hidayat usai pemberian remisi di kantornya, Rabu (17/8).

Selain itu Kemenkum HAM juga memberikan RU-2 bagi 61 narapidana dan dinyatakan bebas. Namun demikian tidak semua dari mereka benar-benar menghirup udara bebas.

“Ada RU-2 yang langsung bebas. Tapi yang jadi terkendala kalau dia tidak bayar subsider, dia tetap harus menjalani kurungan sebagai pengganti subsider. RU-2 itu langsung bebas tapi dengan keterangan harus membayar,” ujar Hidayat.

“Karena di Lapas Narkotika, dia (narapidana) punya kewajiban bayar denda atau subsider. Kalau belum, dia belum bisa hirup udara bebas. Jadi jalani pidana kurungan pengganti subsider. Karena kalau bayar subsider hari ini ya langsung bebas,” jelas Hidayat dilansir dari Merdeka.com.

Novianto (42), salah satu narapidana yang menerima RU-2 hari ini. Terpidana kasus narkotika jenis ganja dengan vonis 14 tahun 6 bulan itu terpaksa masih harus menjalani penjara 6 bulan lagi karena dia tidak sanggup membayar subsider.

“Seharusnya kalau saya bayar subsider, saya bisa langsung bebas. Tapi sekarang jalani subsider dulu 6 bulan karena saya mesti bayar subsider Rp800 juta,” kata Novianto.

Meski demikian, Novianto tetap bersyukur mendapat remisi 6 bulan itu. Bahkan dia telah mengabarkan kepada keluarganya. Baik yang ada di Balikpapan maupun di Samarinda.

“Pesan keluarga jalani saja dulu (di penjara 6 bulan lagi),” tutup Novianto.

%d blogger menyukai ini: