Menuju Pusat Maritim, Bontang Bidik Investor untuk Industri Pengalengan Cakalang

selisik
3 Min Read

Selisik.id – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus mendorong hilirisasi sektor kelautan guna memperkuat ekonomi daerah berbasis maritim, lantaran memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pengolahan hasil laut di kawasan Indonesia Timur.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan potensi perikanan tangkap lokal yang selama ini masih didominasi penjualan bahan mentah tanpa proses pengolahan lanjutan.

Apalagi, menurutnya Bontang memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikan daerah ini layak menjadi tujuan investasi industri perikanan.

“Bontang memiliki pasokan bahan baku yang stabil sepanjang tahun, didukung keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan yang representatif. Ini menjadi kekuatan utama bagi pengembangan industri pengolahan ikan,” ujarnya.

BACA JUGA:  DPMPTSP Bontang Tegaskan Standar Keselamatan Jadi Prioritas Utama Operasional Hotel

Selain dukungan bahan baku, Pemkot Bontang juga telah menyiapkan kawasan industri manufaktur yang diperkuat regulasi ramah investasi.

Pemerintah daerah, kata Aspiannur, juga berkomitmen memberikan kepastian hukum serta kemudahan birokrasi perizinan bagi para investor.

“Melalui regulasi daerah dan insentif fiskal yang sudah disiapkan, kami ingin memastikan investor mendapatkan kemudahan dalam proses pendirian industri hilir,” katanya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2017 yang memberikan berbagai insentif fiskal untuk mempercepat realisasi investasi.

BACA JUGA:  Usaha Rumah Makan di Bontang Kini Harus Berbadan Hukum PT Perorangan

Aspiannur menjelaskan, secara geografis, Bontang memiliki wilayah perairan seluas 497,57 kilometer persegi dengan volume perikanan tangkap mencapai 20.335,99 ton per tahun. Aktivitas tersebut melibatkan sekitar 3.181 rumah tangga perikanan.

Sementara sektor perikanan budidaya juga mencatat produksi sebesar 4.453,04 ton per tahun yang dikelola 351 rumah tangga pembudidaya. Komoditas unggulan yang mendominasi pasar yakni ikan cakalang, tongkol, dan tuna.

Melihat besarnya potensi tersebut, DPMPTSP bersama tim penyusun kajian investasi merilis studi kelayakan pembangunan industri pengalengan ikan cakalang. Hasil kajian menunjukkan proyek tersebut memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

“Nilai NPV proyek diproyeksikan mencapai Rp3,3 miliar pada tahun kelima dengan IRR sebesar 56,01 persen. Ini menunjukkan sektor pengalengan ikan cakalang sangat potensial untuk dikembangkan,” jelas Aspiannur.

BACA JUGA:  Perkuat Infrastruktur Logistik, Bontang Susun Pra-FS Pelabuhan Bontang Lestari

Selain itu, proyek ini juga memiliki Net Benefit Cost Ratio sebesar 1,6 dengan estimasi masa pengembalian modal atau payback period sekitar empat tahun empat bulan.

“Melalui hilirisasi sektor kelautan, kami optimistis produk perikanan lokal Bontang mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” pungkasnya.

Share This Article