Mantapkan Program Kerja, TP PKK Bontang Gelar Rakor

Bontang – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) se-Kota Bontang, Jumat pagi (17/06/2022).

Rapat yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang tersebut sebagai upaya pemantapan program kerja tahun 2022 dan melibatkan seluruh kader TP PKK dan Kelompok Kerja (Pokja) I-IV.

Masing-masing Ketua Kelompok (Pokja) dan kader TP PKK Kota Bontang bergantian menyampaikan atau mempresentasikan seluruh program kerja yang sudah dijalankan ataupun yang akan dijalankan dalam waktu dekat.

Ketua TP PKK Kota Bontang Hapidah Basri berharap, dengan diadakannya Rapat Koordinasi (Rakor) mampu menumbuhkan semangat Ketua Kelompok dan khususnya kader-kader TP PKK Kota Bontang dalam menjalankan 10 program pokok TP PKK.

BACA JUGA:  TP PKK Bontang Bimbing Para Kader Dasawisma Baru

Ia juga menambahkan, Rrkor selanjutnya akan digelar Agustus. Sementara yang menjadi tuan rumah akan diundi. Terkait mekanisme waktu, hari beserta tempat pelaksanaan tergantung dari kebijakan masing-masing Ketua Kelompok (Pokja).

“Rakor ini semoga bisa menumbuhkan semangat kerja bagi seluruh kader dan pokja TP PKK di Kota Bontang. Selanjutnya akan diadakan rakor lagi. Sesuai undian tadi itu Kelurahan Telihan, “ ungkapnya saat menutup pembagian undian TP PKK Kota Bontang.

Kegiatan Rakor TP PKK Kota Bontang ini juga diisi seminar kesehatan dari Koordinator PTM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Nur Ilham, yang menyampaikan materi tentang deteksi dini kanker.

Dalam paparannya ia mengatakan, perlu untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini karena syarat pemeriksaannya sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama

BACA JUGA:  TP PKK Bontang Gerakkan Para Kader Dasawisma Lakukan Pendataan Warga

Di samping itu, Nur Ilham juga mengatakan, beberapa faktor risiko kankers serviks yang mungkin dialami apabila, menikah atau memulai aktivitas seksual pada usia muda (kurang dari 20 tahun), berganti-ganti pasangan, dan perempuan yang melahirkan banyak anak.

“Tetapi tidak menutup kemungkinan siapapun bisa terkena penyakit ini. Maka dari itu harus dilakukan pemeriksaan sejak dini, yaitu pemeriksaan Inspeksi Visual asam Asetat (IVA) atau pemeriksaan leher rahim, pemeriksaan ini sangat mudah dan sangat sebentar,“ katanya. (Adv)

%d blogger menyukai ini: