Lima Investor Berebut Kelola Pulau Beras Basah, Pemkot Bontang Siapkan ‘Panggung Adu Konsep

selisik
2 Min Read

AksaraKaltim – Pemerintah Kota Bontang tengah membuka peluang besar bagi pihak swasta untuk mengelola kawasan wisata Pulau Beras Basah. Sedikitnya lima investor telah menyatakan minat dan mempresentasikan konsep mereka dalam proses penjajakan awal yang kini masih berlangsung.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Bontang, Eko Mashudi, mengungkapkan bahwa para calon pengelola tersebut berasal dari berbagai latar belakang, baik dari luar daerah maupun lokal.

“Ada lima pengelola yang datang, baik dari luar daerah maupun lokal,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, seluruh proposal yang masuk tidak serta-merta langsung ditetapkan, melainkan akan melalui proses kajian mendalam sebelum pemerintah menentukan pihak yang akan dipercaya mengelola Pulau Beras Basah.

BACA JUGA:  Beras Basah Tetap Buka Saat Lebaran, Pengunjung Dibatasi 75 Persen dari Kapasitas

“Prosesnya masih berjalan, nanti tunggu hasilnya,” tambahnya.

Skema yang disiapkan Pemkot Bontang adalah melalui mekanisme sayembara, di mana para investor diwajibkan menyampaikan konsep dan desain pengelolaan kawasan secara menyeluruh. Pemerintah juga tengah mematangkan petunjuk teknis sebagai dasar pengelolaan oleh pihak swasta.

Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong pengelolaan kawasan wisata yang lebih profesional sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan daerah.

“Selama ini kan PAD di sana tidak ada. Baru hanya retribusi masuk itu juga baru sebulan berjalan,” jelas Eko.

BACA JUGA:  Diduga Kena Serangan Jantung saat Naik Banana Boat di Beras Basah, Warga Balikpapan Meninggal Dunia

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa keterlibatan investor bukan berarti mengesampingkan masyarakat lokal. Ia memastikan warga tetap akan dilibatkan dalam sistem pengelolaan baru.

“Masyarakat tetap dilibatkan, bisa menjadi karyawan. Jadi tidak lagi bergantung pada terpal, tetapi mendapat penghasilan dari pengelolaan yang lebih tertata,” ujarnya.

Penataan kawasan Pulau Beras Basah sendiri menjadi perhatian serius pemerintah menyusul berbagai sorotan publik, mulai dari persoalan sampah hingga keberadaan tenda terpal biru yang dinilai merusak estetika kawasan.

BACA JUGA:  Ultimatum Wali Kota Neni: Tenda Biru Harus Hilang, Pengelolaan Pulau Beras Basah Diambil Alih Swasta

“Tidak boleh lagi ada tenda-tenda biru itu. Terlihat kumuh, padahal ini destinasi unggulan yang harusnya bersih dan indah,” tegas Neni.

Dengan masuknya lima investor dalam tahap awal ini, Pemkot Bontang berharap dapat menemukan konsep terbaik untuk mengangkat Pulau Beras Basah menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, bersih, dan memiliki daya saing tinggi tanpa membebani anggaran daerah.

Share This Article