Kolam Bekas Tambang Renggut 41 Nyawa Anak di Kaltim

Kaltim – Kolam diduga bekas galian tambang batubara kembali merenggut nyawa anak. Korbannya adalah Az (11) di Berau.

Pegiat Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur mencatat, meninggalnya Az adalah kematian anak ke-41 di lubang bekas tambang batubara.

Empat puluh satu anak meninggal di kolam bekas tambang itu tersebar di kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, yang terjadi sejak 2011 lalu.

“Terbanyak ada di dua daerah di kota Samarinda dan kabupaten Kutai Kartanegara,” kata Mareta Sari, Dinamisator Jatam Kalimantan Timur, dalam pernyataannya seperti dikutip dari niaga.asia, Selasa (11/10/2022).

Jatam menilai, sejauh ini pemerintah dan aparat penegak hukum belum benar-benar serius bertindak terhadap aktivitas tambang yang membiarkan lubang bekas galian menganga dan menjadi kolam.

BACA JUGA:  Polda Kaltim Sebut Pengakuan Ismail Bolong Setor Uang ke Kabareskrim Sudah Ditangani Mabes Polri

Di kabupaten Berau dalam catatan Jatam, ada 93 izin usaha pertambangan (IUP) dan satu pemegang konsesi perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).

“Untuk kejadian di Berau ini kemungkinan tambang ilegal karena tidak masuk konsesi itu,” ujar Mareta.

Penelusuran Jatam kolam bekas tambang berada dekat dengan permukiman warga dan akses jalan di kelurahan Rinding.

“Ya, benar bukan tidak mungkin akan ada korban anak lainnya dari lubang bekas galian tambang yang masih menganga di Kalimantan Timur,” kata Mareta.

Sebelumnya, Az ditemukan tewas mengambang di kolam yang diduga bekas galian tambang batu bara di Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Berau, Kalimantan Timur, Minggu (9/10).

BACA JUGA:  Presiden Diminta Tak Diam Soal Dugaan Jenderal Terlibat Mafia Tambang

Kini, jenazah Az telah dimakamkan keluarganya. Polisi memastikan korban adalah anak yang dilaporkan hilang sehari sebelumnya, Sabtu (8/10) yang diunggah keluarganya melalui media sosial, lengkap dengan ciri pakaian terakhir dikenakannya.

%d blogger menyukai ini: