Bontang – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan langsung ke Kota Bontang, Sabtu (7/2/2026), dalam rangka penilaian final Program Adipura 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Hanif memilih turun langsung ke lapangan tanpa didampingi pejabat dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Pemerintah Kota Bontang.
Kedatangan Menteri LH ke Bontang dilakukan untuk memastikan kesiapan tata kelola sampah dan lingkungan hidup, mengingat Bontang menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota yang berpotensi meraih Piala Adipura 2026.
Menteri LH menjelaskan, keputusan untuk tidak didampingi pejabat daerah dilakukan secara sengaja agar proses penilaian berjalan objektif dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Ia ingin melihat langsung situasi lingkungan sekaligus mendengar pendapat masyarakat tanpa adanya penggiringan opini.
“Sengaja, kami memang tidak ingin didampingi. Supaya tidak digiring opini terhadap tempat-tempat yang dikunjungi. Tujuannya untuk menjaga objektivitas, bukan hal lain,” ujar Hanif.
Dalam kunjungannya, Menteri LH meninjau sejumlah titik strategis di Bontang. Salah satunya kawasan Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan yang disusuri langsung menggunakan motor trail.
Ia juga mengunjungi Pasar Citra Mas Loktuan dan sekitarnya, Rusunawa Loktuan, Pasar Taman Rawa Indah, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari.
Peninjauan tersebut difokuskan untuk melihat secara langsung pola pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga, khususnya di kawasan permukiman padat dan perkampungan pesisir.
Kunjungan lapangan di Bontang merupakan bagian dari rangkaian penilaian Adipura 2026 yang sebelumnya juga telah dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup di Kota Balikpapan. Setelah menyelesaikan agenda di Bontang, Menteri LH dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Surabaya.
“Kami akan melanjutkan kunjungan ke Surabaya setelah ini,” pungkasnya.

