Khamenei Tewas, Iran Klaim Siap Tunjuk Pemimpin Baru dalam 48 Jam

selisik
2 Min Read

Selisik.id – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan negaranya hanya membutuhkan sekitar dua hari untuk memilih pemimpin tertinggi baru pengganti Ayatollah Ali Khamenei.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi, seiring dimulainya masa berkabung nasional selama 40 hari setelah Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera di tengah meningkatnya konflik Iran, Israel, dan AS, Araghchi menyatakan proses suksesi sesuai konstitusi telah mulai berjalan.

“Dewan transisi telah dibentuk,” ujarnya Araghchi.

BACA JUGA:  Presiden Iran Ebrahim Raisi Dikonfirmasi Tewas

Dewan itu terdiri dari presiden, kepala lembaga peradilan, serta seorang ulama dari Dewan Garda.

“Tiga orang ini akan bertugas menjalankan fungsi kepemimpinan hingga pemimpin tertinggi baru resmi terpilih,” ujarnya.

“Saya memperkirakan prosesnya tidak akan lama. Mungkin dalam satu atau dua hari, mereka akan memilih pemimpin baru bagi negara,” tambah dia.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya juga mengonfirmasi dewan transisi itu telah mulai bekerja.

Dalam pidato rekaman yang disiarkan televisi pemerintah pada Minggu (1/3), ia mengecam pembunuhan Khamenei sebagai “kejahatan besar” dan menetapkan tujuh hari libur nasional selama masa berkabung.

BACA JUGA:  Kerusuhan Terbesar Sejak 1979, Pejabat Iran Sebut 5.000 Orang Tewas dalam Unjuk Rasa Antipemerintah

Khamenei (86), tewas pada Sabtu dalam rentetan serangan AS dan Israel di sejumlah wilayah Iran. Layanan darurat Iran melaporkan sedikitnya 201 orang tewas dalam serangan itu.

Korban tewas mencakup sejumlah pejabat keamanan senior serta anggota keluarga Khamene, termasuk putrinya, menantu laki-lakinya, dan seorang cucunya.

Konstitusi Iran telah mengatur mekanisme pemilihan pemimpin tertinggi melalui Majelis Ahli, yaitu lembaga beranggotakan 88 ulama yang dipilih melalui pemilu.

BACA JUGA:  Helikopter Presiden Iran Jatuh, Ini yang Terjadi Bila Ebrahim Raisi Meninggal Dunia

Majelis ini memiliki kewenangan menunjuk pemimpin tertinggi baru melalui mekanisme suara mayoritas sederhana.

Proses serupa terakhir terjadi pada 1989 setelah wafatnya pendiri Revolusi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Saat itu, Ali Khamenei yang masih dianggap tokoh relatif junior dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran.

(CNNIndonesia.com)

TAGGED:
Share This Article