PPU – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah panggung dua lantai di RT 06, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis (9/7).
Melansir Kaltimpost.id, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.20 Wita itu menewaskan dua anak, sementara seorang ibu mengalami luka bakar.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, laporan kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada pukul 11.30 Wita. Saat petugas tiba, api telah membesar dan melalap rumah kayu berukuran sekitar 6 x 8 meter hingga rata dengan tanah.
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila membenarkan adanya korban jiwa dalam musibah tersebut. Dari dua kepala keluarga (KK) dengan total sembilan jiwa yang terdampak, dua anak dinyatakan meninggal dunia, sedangkan seorang warga mengalami luka bakar.
“Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini. Dampak dari kebakaran menghanguskan satu unit rumah kayu berlantai dua, dan terdapat korban jiwa sebanyak dua anak meninggal dunia serta satu orang dewasa mengalami luka bakar. Saat ini penanganan darurat telah selesai dilakukan oleh tim gabungan,” ujarnya.
Korban meninggal dunia masing-masing Muhammad Abizar Al Qhani (7), putra pasangan Darussalam (49) dan Ummul Khaeri (46), serta Muhtiti Fatur Frahardika (4), putra pasangan Muhammad Sahlan (28) dan Nurhadija (28).
Nurlaila menjelaskan, keluarga Darussalam menghuni rumah tersebut bersama dua anak lainnya, Nahdatu Magfira (23) dan Nurul Fahimah (21). Sementara pada keluarga kedua, Nurhadija mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api. Adapun anak bungsunya, Rajwa Assafa yang masih bayi, berhasil selamat.
“Dalam keluarga kedua ini, sang ibu Nurhadija mengalami luka bakar cukup serius akibat berupaya menyelamatkan diri dari amukan api, sedangkan anak terkecil mereka yang masih bayi, Rajwa Assafa, dilaporkan selamat,” rincinya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap sumber api. Proses pemadaman melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), BPBD, Polres PPU, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, PLN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pramuka Peduli, pemerintah kelurahan, pengurus RT, serta warga sekitar. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan selesai sekitar pukul 12.40 Wita.
“Dua korban anak yang meninggal dunia langsung dievakuasi ke RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) untuk dilakukan proses otopsi. Pihak keluarga berencana segera melakukan proses pemulasaran jenazah dan memakamkan kedua korban di Penajam,” tutup Nurlaila.

