Bontang – Wakil Wali Kota Bontang Najirah membuka kegiatan pertemuan satuan tugas (Satgas) stunting dengan pengampu kebijakan tingkat kota di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Utara pada Kamis, (7/9).
Pada kesempatan itu, Wawali Najirah menjelaskan bahwa target nasional untuk menurunkan stunting sudah semakin dekat.
“Saat ini kita masih memiliki PR sebesar 12% untuk menurunkan angka stunting,” kata Najirah.
Untuk itu, Najirah mengatakan pentingnya memiliki beberapa terobosan untuk mencapai target seperti komitmen dan visi seluruh stake holder, peningkatan komunikasi, perubahan perilaku, pemberdayaan masyarakat, peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat serta pengembangan sistem data informasi aset dan inovasi.
“Pada pertemuan kali ini kita perlu mengambil langkah konkret pilar mana yang harus kita kuatkan,” imbuhnya.
Najirah juga turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah mengalokasikan CSR untukmendukung percepatan penurunan stunting serta mengajak seluruh pihak untuk fokus dan menaruh perhatian penuh pada penurunan stunting.
Sementara itu, Satgas Stunting Kota Bontang, dr Istiqomah menjelaskan pada 2021 angka Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kota Bontang berada di 26,3 persen, sementara di 2022 di angka 21 persen.
Di mana ada penurunan sebesar lima persen, sedangkan untuk target nasional akan stunting berada di angka 14 persen. “Kota Bontang maunya lebih dari target angka stunting sebesar 12 persen di 2024. Apalagi saat ini kurang dari satu tahun pelaksannanya,” kata Istiqomah.
Istiqomah mengaku penanganan stunting yang selama ini dilakukan telah berjalan dengan baik dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), intervensi gizi dan lainnya.
“Memang PR kita masih banyak untuk menuju 12 persen. Kalau stunting permasalahannya bukan hanya gizi, tapi permasalahan lainnya, seperti pola asuh,” tuturnya. (Adv)

