Dua PLTU Rusak Bersamaan, Pemadaman Bergilir di Kaltim-Kaltara Berlanjut hingga Juli

selisik
3 Min Read

Samarinda – Masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan masih harus menghadapi pemadaman listrik bergilir hingga Juli 2026. Kondisi tersebut terjadi karena dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yakni PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu, mengalami kerusakan secara bersamaan, sehingga memangkas pasokan listrik dalam sistem interkoneksi Kalimantan sekitar 250 megawatt (MW).

Selama proses perbaikan berlangsung, PT PLN (Persero) akan terus menerapkan pemadaman bergilir di berbagai kabupaten dan kota guna menjaga kestabilan sistem kelistrikan. Setiap wilayah diperkirakan mengalami pemadaman sekitar tiga jam sesuai jadwal yang ditetapkan.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan perbaikan PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan sehingga pemadaman belum bisa dihentikan dalam waktu dekat.

BACA JUGA:  Bareskrim Polri Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Diduga Dipicu Cuaca Ekstrem

“Kami sudah bertemu dengan GM PLN. Memang dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memperbaiki dua PLTU, yakni PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu,” kata Seno.

Menurutnya, gangguan yang terjadi secara bersamaan di dua pembangkit tersebut mengurangi pasokan listrik dalam jumlah besar dan memaksa PLN melakukan pengurangan beban melalui pemadaman bergilir.

“Yang bermasalah adalah dua PLTU ini rusak dalam waktu bersamaan. Itu mengurangi sekitar 250 MW sehingga PLN melakukan pengurangan daya secara bergilir,” ujarnya.

Seno menegaskan pemadaman bergilir akan diberlakukan hampir di seluruh wilayah yang masuk dalam sistem interkoneksi Kalimantan selama proses perbaikan belum selesai.

BACA JUGA:  169 Desa di Kaltim Belum Teraliri Listrik PLN

“Selama sebulan ini akan bergiliran. Setiap kabupaten dan kota akan ada sekitar tiga jam pemadaman. Mudah-mudahan bulan depan sudah tidak ada lagi masalah,” ucapnya.

Ia juga memastikan gangguan kelistrikan tersebut bukan disebabkan oleh berkurangnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.

“Kalau RKAB tidak. DMO tetap berjalan. Pasokan batu bara untuk PLTU masih aman,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda Adrian Situmpol mengatakan pemadaman bergilir merupakan langkah yang tidak dapat dihindari selama dua pembangkit masih dalam tahap perbaikan.

“Kalau penyebab utamanya itu kan sama-sama kita sudah baca juga ya, terganggunya pembangkit kita. Kita saat ini sedang melakukan perbaikan,” katanya dikutip dari Kompas.com.

PLN menargetkan seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan pada Juli sehingga sistem kelistrikan kembali normal dan pemadaman bergilir dihentikan.

BACA JUGA:  Perusahaan Jepang Berniat Bangun PLTA 300 MW di Kaltim

“Sama-sama kami mohon doanya juga supaya pembangkit ini bisa segera beroperasi kembali sehingga pemadaman ini yang kita estimasikan akan berakhir di Juli,” ujar Adrian.

Ia menambahkan PLN berupaya mempercepat pekerjaan, namun proses perbaikan tetap harus mengutamakan keselamatan.

TAGGED:
Share This Article