Bontang – Pemerintah Kota Bontang menyiapkan rencana pembangunan Taman Makam Pahlawan (TMP) dengan memanfaatkan lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kelurahan Bontang Lestari. Lahan seluas sekitar 2 hektare disiapkan untuk merealisasikan rencana tersebut pada 2027.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, gagasan pembangunan TMP kembali mengemuka setelah dirinya menghadiri pembekalan ketahanan keluarga bagi 350 prajurit Batalyon Arhanud 7 Agni Bala Cakti (ABC) yang menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Malaysia.
Menurut Neni, keberadaan TMP diperlukan sebagai tempat persemayaman yang layak bagi prajurit TNI maupun Polri asal Bontang yang gugur ketika menjalankan tugas negara.
“Kita tidak tahu ketika mereka bertugas apa yang terjadi. Misal ada yang gugur saat bertugas, tentu saat kembali ke Bontang harus memiliki tempat untuk beristirahat di Taman Makam Pahlawan,” jelasnya, Selasa (25/6).
Salah satu lokasi yang dipertimbangkan berada di kawasan Bontang Lestari. Pemanfaatan kawasan tersebut dinilai memungkinkan karena telah memiliki lahan RTH, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan pembebasan lahan baru.
“Kami usulkan masih. Semoga saja bisa terealisasikan. Lahan 2 hektare lah kami siapkan. Biar prajurit TNI atau Polri di Bontang yang gugur dalam bertugas punya tempat persemayaman,” ucap Neni.
Neni menyebut proses pemanfaatan lahan RTH menjadi TMP tidak membutuhkan anggaran besar. Pemerintah hanya perlu mengalokasikan biaya untuk melengkapi dan merawat kawasan tersebut.
“Tidak perlu biaya besar juga. Semoga 2027 nanti bisa mulai dibahas,” tuturnya.
Selain menjadi tempat pemakaman bagi prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas, Neni membuka kemungkinan TMP tersebut diperuntukkan bagi veteran yang telah berjasa selama menjalankan tugas dalam satuan pengamanan.
“Veteran bisa juga. Tapi nanti teknis masih kami bahas,” pungkasnya.
Pemanfaatan RTH sebagai TMP juga masih akan dikaji pemerintah. Berdasarkan penjelasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), konsep TMP dapat masuk dalam kategori RTH karena kawasan tersebut tetap mengedepankan unsur asri dan hijau.
Neni mengatakan, kawasan TMP nantinya dapat dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung, seperti prasasti, Pancasila, serta tempat untuk pelaksanaan upacara.
“Kalau memang bisa menggunakan ruang terbuka hijau yang sudah ada, kita bisa menghemat biaya. Tinggal dilengkapi, mungkin dengan prasasti, Pancasila, dan tempat untuk upacara,” tuturnya.
Pemerintah Kota Bontang masih akan mengkaji lokasi serta kebutuhan luas lahan. Neni berharap kawasan yang disiapkan dapat memiliki luasan lebih dari 2 hektare agar mampu mengakomodasi kebutuhan TMP.
Rencana tersebut ditargetkan dapat direalisasikan secepatnya. Namun, pembangunan fisik belum diproyeksikan melalui APBD Perubahan 2026.
“Mungkin tahun depan lebih memungkinkan, tetapi kita masih harus melihat apakah sudah masuk dalam RKPD,” katanya.
Rencana pembangunan TMP tersebut juga disebut telah tercantum dalam dokumen RPJMD Kota Bontang.

