Bontang – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang menggelar audit kasus dan manajemen stunting bersama BKKBN Provinsi Kaltim.
Agenda tersebut digelar di Ruang Pertemuan Hotel Grand Raodah 1 pada, Selasa (27/9/2022) pagi tadi.
Kepala DPPKB Bontang Bahauddin mengatakan, audit dan manajemen penekanan angka stunting terus masif dilakukan.
Hal itu dikarenakan hingga kini angka stunting di Bontang masih berada dibilangan 19 dan 20 Persen. Makanya, perlu dipecahkan secara bersama. Baik itu dengan Dinkes dan stakeholder lainnya.
“Kita cukup intens gelar pertemuan. Hal itu ditujukan khusus membahas stunting,” kata Bahauddin, Selasa (27/9/2022).
Dari kegiatan tersebut diharapkan, kesadaran masyarakat agar bisa memperhatikan pola asuh anak sejak dini. Bahkan saat berada di kandungan.
Misalnya, melakukan pengecekan berkala kesehatan, dan pola makanan bergizi bagi ibu hamil, serta anak bayi. Khususnya, masyarakat yang ada di pesisir itu menjadi konsen utama.
“Dari kegiatan ini DPPKB diharapkan dapat mensupport kelurahan untuk dapat memberikan edukasi tentang pola asuh anak bagi orang tua di wilayah yang akan menjadi titik utama,” pungkasnya.

