Bontang – Tingkat stunting di Kota Bontang terpantau tinggi. Per 2022 ini saja tercatat ada 19,6 persen stunting di Kota Bontang.
Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) membentuk Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).
Kepala DPPKB Bahauddin menyebutkan, nanti akan ada penyiapan makanan bergizi bagi masyarakat yang sedang mengandung, anak yang baru lahir, dan gizi terhadap perempuan yang akan melakukan pernikahan.
Menjalankan program ini tentu tidak bisa sendiri. Butuh support dari stakeholder lainnya. Seperti perusahaan yang ada di Bontang.
“Beberapa perusahaan juga sudah aktif sebelumnya meningkatkan kualitas gizi mencegah stunting,” ucap Bahauddin, Kamis (22/9/2022).
Dari upaya pencegahan stunting bisa meningkatkan daya tumbuh kembang anak sejak dini. Karena persoalan stunting mencakup banyak hal.
Mulai dari lokasi tempat tinggal, kesuburan kandungan, pola gizi, hingga pola asuh anak sejak dini.
“Sebagian berjalan. Kami intens buka pelayanan kesehatan bekerjasama dengan Dinkes,” terangnya.
Di tempat yang sama Wakil Wali Kota Najirah berpesan, persoalan stunting menjadi hal yang krusial untuk ditanganin.
“Saya pun khawatir karena Bontang penurunannya sangat sedikit sekali,” tutur Najirah.
Untuk itu, dirinya menegaskan perlu adanya peningkatan pengawasan dan perhatian dalam menyelesaikan penurunan stunting.

