BONTANG – Pendidikan di Kota Bontang tidak hanya diarahkan untuk mengejar capaian akademik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang juga menilai pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam membentengi anak dari berbagai persoalan sosial.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan penguatan budi pekerti perlu kembali ditempatkan sebagai bagian utama dalam proses pendidikan. Menurutnya, karakter yang kuat dapat menjadi bekal siswa menghadapi lingkungan sosial yang semakin kompleks.
“Anak-anak tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik. Mereka juga perlu memiliki karakter dan budi pekerti yang kuat supaya mampu menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekitarnya,” ujar Abdu Safa Muha.
Ia menjelaskan, pendidikan budi pekerti sejatinya sudah lama menjadi bagian dari dunia pendidikan. Namun, penerapannya perlu lebih diperkuat agar nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada materi pembelajaran.
Nilai yang diajarkan di sekolah, kata dia, harus terlihat dalam kebiasaan dan perilaku sehari-hari, baik ketika siswa berada di lingkungan sekolah maupun saat berinteraksi di luar.
Dalam hal ini, guru dinilai memiliki peran yang lebih luas. Tenaga pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu mengambil bagian dalam membimbing perkembangan sosial dan karakter peserta didik.
“Guru jangan hanya hadir untuk menyampaikan pelajaran. Ada tanggung jawab untuk membimbing anak dan memahami bagaimana mereka berinteraksi serta menghadapi persoalan di kehidupan sehari-hari,” katanya.
Abdu Safa juga menyoroti pentingnya empati dalam proses pembinaan siswa. Guru diharapkan tidak hanya melihat perilaku anak dari apa yang tampak di ruang kelas, tetapi juga memahami kondisi yang mungkin memengaruhi mereka di luar sekolah.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan yang dihadapi anak bisa berasal dari lingkungan sosial maupun kehidupan di luar jam sekolah. Dengan pemahaman yang lebih baik, guru dapat memberikan pendampingan yang sesuai kepada peserta didik.
Penguatan karakter ini diharapkan menjadi bagian dari upaya Disdikbud Bontang membangun generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus sikap dan kepedulian sosial.
Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran, tetapi juga dari bagaimana mereka membangun hubungan dengan orang lain, memiliki empati, serta mampu membawa nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

