Disdikbud Bontang Dorong Profesionalisme Operator Dapodik Demi Data Pendidikan Akurat

selisik
2 Min Read

Bontang – Sebanyak 160 operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP se-Kota Bontang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 3-6 November 2025, di Aula Grand Mutiara Hotel.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha. Dalam sambutannya, Safa Muha menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penerapan adab dalam setiap aktivitas, termasuk dalam pengelolaan data pendidikan melalui sistem Dapodik.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Bagi 1.651 Tablet ke Siswa SMP, Dorong Transformasi Pembelajaran Digital

“Teknologi seharusnya menjadi alat yang membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun, di era modern ini, tidak jarang teknologi justru digunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, agar hidup memiliki makna, manusia harus mampu menyatukan adab dan ilmu. Prinsip tersebut juga berlaku dalam pengelolaan Dapodik di setiap satuan pendidikan. Menurutnya, data yang dikelola dengan adab dan tanggung jawab tidak hanya sekadar angka, tetapi memiliki makna dan manfaat yang berlandaskan nilai-nilai kebaikan.

BACA JUGA:  SMPN 3 Bontang Dapat 197 Tablet Baru Guna Perkuat Pembelajaran Digital

Safa Muha menilai, peran operator sekolah sangat penting dalam memastikan data pendidikan yang masuk ke sistem Dapodik benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyebut operator sebagai ujung tombak pengelolaan data pendidikan yang menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah.

“Operator sekolah adalah ujung tombak pengelolaan data pendidikan. Kualitas kebijakan dan program pendidikan daerah sangat bergantung pada validitas data yang mereka input,” tegasnya.

Melalui kegiatan Bimtek ini, para operator diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dalam mengelola sistem Dapodik, tetapi juga memperkuat pemahaman etika dan profesionalisme dalam bekerja.

BACA JUGA:  Disdikbud Bontang Salurkan Tablet Gratis ke SMPN 5, Dorong Kesiapan Siswa Hadapi TKA

Selama empat hari, peserta akan mendapatkan berbagai materi dan praktik langsung mengenai pengelolaan data, pembaruan sistem Dapodik terbaru, serta pemecahan berbagai kendala teknis yang kerap dihadapi di lapangan.

Di akhir, Safa Muha berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas data pendidikan di Bontang, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan daerah.

Share This Article